KEDIRI, JP Radar Kediri- Beberapa hari terakhir, angin kencang melanda Kediri Raya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya fenomena alam yang memicu kondisi itu.
Karena rata-rata kecepatan angin lebih kencang dari kondisi normalnya, masyarakat diimbau mewaspadai bencana hidrometeorologi. Seperti pohon tumbang.
Fenomena angin kencang yang terjadi di Kediri saat ini terjadi karena Monsoon Asia yang mulai aktif. Selain itu, bibit siklon 91S tengah berkembang di selatan wilayah Jawa.
Fenomena itu pula yang memicu dampak signifikan berupa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi.
“Dari hasil analisis yang kami lakukan, kondisi ini diperkirakan akan bertahan hingga 26 sampai 27 Januari,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Kediri Lukman Soleh melalui Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik Satria Kridha Nugraha.
Adapun berdasar pemantauan BMKG Kediri, rata-rata kecepatan angin di wilayah Kediri kemarin (24/1) mencapai 13 – 15 knots. Atau, 23 – 27 km/jam.
Angka itu lebih tinggi dibanding kecepatan angin pada situasi normal yang berkisar 7 – 12 km/jam di beberapa hari lalu.
“Gelombang juga akan terdampak peningkatan kecepatan angin. Jadi untuk beberapa hari ke depan gelombang di perairan cenderung mengalami kenaikan,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat mewaspadai kondisi itu. Selama fenomena angin kencang, masyarakat diimbau menghindari berlindung di bawah pohon atau baliho besar.
“Apabila berkendara, waspada apabila angin bertiup dari samping,” pesan Satria.
Peningkatan kecepatan angin saat ini juga berpotensi memicu insiden seperti pohon tumbang.
Seperti beberapa waktu lalu terdapat laporan pohon tumbang di lingkungan Ngadisimo, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri.
“Memang kondisi ini diperkirakan masih bisa terjadi sampai Februari anginnya masih seperti ini. Jadi harus diwaspadai,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kota Kediri Joko Arianto.
Terlebih jika angin kencang menyertai hujan lebat. Kondisi itu yang dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang.
“Biasanya kalau ada hujannya yang rawan banyak pohon tumbang,” pungkasnya. (ais/tar)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Andhika Attar Anindita