Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waspada Cuaca Ekstrem di Kediri dan sekitarnya hingga Akhir Januari, Ini Kata BMKG

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 23 Januari 2026 | 10:00 WIB

 

Kondisi cuaca pasca hujan deras di area Jembatan Jongbiru. (Foto: Asad M. S)
Kondisi cuaca pasca hujan deras di area Jembatan Jongbiru. (Foto: Asad M. S)

KEDIRI, JP Radar Kediri– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Cuaca ekstrem itu berpeluang memicu bencana hidrometeorologi.

Dari hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es. Perkiraannya terjadi hingga periode 30 Januari 2026 nanti.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III ì Kediri Lukman Soleh melalui Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik Satria Kridha Nugraha menjelaskan, Kediri Raya termasuk wilayah yang masuk dalam peringatan kewaspadaan tersebut.

Baca Juga: Waspada! Hujan Deras dan Kilat Masih Akan Mengguyur Kediri, Simak Prediksi Cuaca Selengkapnya

Selain Kediri, juga hampir semua daerah di Jawa Timur masuk dalam peringatan tersebut. Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi aktifnya monsun Asia.

Baca Juga: Waspada! Hujan Deras dan Kilat Masih Akan Mengguyur Kediri, Simak Prediksi Cuaca Selengkapnya

Adanya pola pertemuan angin atau konvergensi, serta gangguan atmosfer equatorial Rossby dan gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Kondisi tersebut diperkuat suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan serta atmosfer lokal yang labil, sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.

Berdasarkan analisis angin gradien pada ketinggian 3.000 feet tanggal 19 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, angin dominan bertiup dari arah barat dengan peningkatan kecepatan mencapai 32 knot.

Selain itu, nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) diprakirakan cenderung netral hingga positif yang mengindikasikan tutupan awan cukup signifikan di wilayah Jawa Timur.

Dengan adanya itu, Satria juga mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar mewaspadai perubahan cuaca mendadak, terutama hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

"Wilayah dengan topografi curam, bergunung, dan bertebing diminta lebih siaga terhadap potensi banjir, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang," jelasnya.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#BMKG #jawa timur #hujan es #banjir #gelombang Madden Julian Oscillation #Bencana Hidrometeorologi 2026 #Equatorial Rossby #cuaca #tanah longsor #angin kencang #cuaca ekstrem #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #suhu #Monsun Asia Aktif #puting beliung