Di saat cuaca panas paling cocok menikmati hidangan dingin. Seperti es puter Aneka Rasa Pak No di Jalan Letjen Sutoyo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Lokasi tepatnya di bahwa pohon beringin, tempat wisata pemandian Corah.
Tidak berupa ruko, tempat jual es puter ini hanya gerobak dengan tenda. Meski begitu, gerobaknya sangat mudah dikenali. Selain karena warnanya yang mencolok, tulisan Es Puter Aneka Rasa Pak No terbaca dengan jelas dari kejauhan. “Usaha ini mulai dirintis sejak tahun 1966,” jelas Pak No.
Meski sudah 57 tahun berjualan es, namun usahanya masih tergolong eksis. Apalagi di zaman sekarang es krim yang dibuat kian bervariasi. Namun hal tersebut tidak membuatnya gentar, sebab es krim Pak No juga tidak kalah enak.
Pak No mengungkapkan, rahasia agar es puternya sebenarnya cukup sederhana. Rahasia tersebut adalah menjaga kualitas bahan baku. Bahan yang digunakan adalah gula, susu segar, susu kental manis, dan kelapa.
“Proses pembuatannya masih dilakukan sacara manual, sehingga membutuhkan watu,” imbuhnya.
Proses pembuatannya dilakukan dengan hati-hati dan telaten. Dalam satu kali proses produksi membutuhkan lima kilogram gula, lima liter susu segar, tiga kaleng susu kental manis, dan delapan liter santan kelapa.
Es puter yang sudah jadi kemudian diletakan di rombong dan siap dibawa ke lokasi jualan. Es puter tersebut nantinya baru diberi topping saat dihidangkan. Dalam satu porsi gelas kaca berkaki rendah, beberapa skope es puter di beri toping mutiara, potongan roti tawar, ketan hitam, kelapa muda, dan avokad.
“Untuk topping susu cokelat bisa ambil sendiri di meja, banyaknya disesuaikan selera,” kata Pak No.
Topping susu cokelat yang dimaksud adalah susu kental manis. Tambahan susu cokelat tersebut membuat rasa es krim semakin nikmat. Saat dimakan, es puter tersebut langsung leleh di mulut.
Untuk dapat menikmati satu porsi es puter tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Sebab satu porsinya hanya dijual dengan harga Rp 6.500. Selain dapat menikmati es puter dibawah pohon beringin dengan angina sepoi-sepoi. Namun juga dapat dibungkus, untuk dinikmati di rumah.
Penampilan Pak No pun tak kalah unik. Dia selalu mengenakan blangkon kesayangannya saat berjualan. Dibantu tiga karyawan, Pak No berjualan dari pukul 08.00 hingga sekitar pukul 15.00. Dalam satu hari, bisa menjual 250 hingga 350 porsi.
“Ini es puter legendaris, sudah ada sejak saya sekolah,” jelas Fredi Lasmana, 40. Yang membuatnya suka dengan es puter tersebut, karena rasanya yang konsisten. Tidak hanya itu, juga harganya yang murah.
Editor : Anwar Bahar Basalamah