Gempa Tektonik Jauh Kelud Tercatat Dua Kali, Durasi 43-144 Detik, Status Normal

JP Radar Kediri – Aktivitas kegempaan Gunung Kelud mengalami penurunan pada Rabu (21/10).
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud mencatat dua kali gempa tektonik jauh selama periode pengamatan pukul 00.00–24.00 WIB.
Meski demikian, status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang tersebut masih berada pada Level I atau Normal.
Jumlah gempa itu turun dibandingkan pengamatan Selasa (20/10), yang mencatat empat kali gempa tektonik jauh.
Berdasarkan laporan pengamatan, gempa tektonik jauh tersebut memiliki amplitudo 10–33 milimeter dengan durasi 43–144 detik.
Secara visual, kondisi Gunung Kelud terpantau jelas tanpa adanya asap kawah. Air danau kawah terlihat berwarna hijau, sedangkan bualan air di tengah danau teramati samar-samar.
Suhu air danau kawah berdasarkan pemantauan telemetri tercatat 29,07 derajat Celsius. Angka tersebut naik 0,18 derajat dibandingkan pengamatan Selasa (20/10), yang mencatat suhu 28,89 derajat Celsius.
Dari sisi meteorologi, cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut, timur, dan barat daya.
Suhu udara berkisar 20–32 derajat Celsius dengan kelembapan 51–68 persen.
Meski aktivitas Gunung Kelud masih berstatus Level I atau Normal, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diimbau tidak mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.



