Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Polda Jatim Temukan Dua Bus Tak Layak Jalan, Turunkan Dua Tim Rampcheck di Kota dan Kabupaten Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 12 Februari 2026 | 08:57 WIB
Polda Jatim sedang memasang tanda bahwa bus layak jalan. (Foto: Asad MS)
Polda Jatim sedang memasang tanda bahwa bus layak jalan. (Foto: Asad MS)

 KEDIRI, JP Radar Kediri–Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim melakukan rampcheck atau pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh di Kabupaten dan Kota Kediri kemarin.

Inspeksi angkutan umum itu dilakukan jelang arus mudik lebaran. Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, di Kabupaten Kediri tim gabungan melakukan pemeriksaan di PO Mahkota Mitra Sentosa.

Pemeriksaan tak hanya menyasar kondisi armada. Melainkan juga kesehatan sopir dan kru. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan angkutan menghadapi lonjakan penumpang saat arus mudik dan balik lebaran.

Dari hasil pengecekan, ditemukan dua unit bus tidak laik jalan atau harus dilakukan perbaikan lebih dulu.

Kasi Standar Cegah dan Tindak Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim AKP Rizki Julianda Putera Buna menyebut, timnya menemukan indikasi kebocoran pada sistem pengereman serta lampu belakang yang mati.

Adapun armada yang laik jalan langsung ditempeli stiker sebagai tanda lulus uji.

“Pemeriksaan ini untuk memastikan kendaraan siap operasional menjelang puasa dan lebaran. Harapannya bisa menekan angka kecelakaan akibat kelalaian sopir maupun armada yang kurang siap,” terang Rizki.

Selain kendaraan, petugas juga memeriksa kesehatan sopir dan kru. Hasilnya, ada beberapa pengemudi yang mengalami hipertensi. Namun masih di ambang normal dan dinilai masih bisa beraktivitas.

Kasatlantas Polres Kediri AKP Mega Satriatama melalui Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Ipda Gigih Prajongko menambahkan, dalam pemeriksaan tiga unit bus ditemukan keausan pada roda belakang.

Mereka juga menemukan dugaan kebocoran rem di salah satu armada. Selebihnya, ada pula lampu belakang yang tidak menyala.

Pihaknya meminta perbaikan dilakukan sesegera mungkin karena kendaraan masih terus beroperasi.

Jika tak segera dibenahi, armada berpotensi mendapat teguran saat rampcheck di daerah lain.

“Harus secepatnya diperbaiki karena nanti seluruh Indonesia juga melaksanakan rampcheck menjelang Operasi Ketupat demi keselamatan penumpang,” tegasnya.

Penanggung Jawab Bus Pariwisata dan AKAP PO Mahkota, Wenang Andi Wiyato menyatakan siap menindaklanjuti rekomendasi petugas.

Ia menegaskan, perusahaannya melakukan peremajaan armada setiap lima tahun sekali. Saat ini total ada 30 armada. Terdiri dari 21 bus pariwisata dan sembilan AKAP, termasuk bus kecil.

“Perawatan dilakukan minimal enam bulan sekali. Suku cadang yang digunakan pun diupayakan asli demi menjaga kualitas dan keselamatan,” tandasnya.

Sementara itu, di Kota Kediri tim Polda Jatim melakukan rampcheck di PO Bus Setiawan di Jalan Kilisuci. Rizki yang ditemui di sana menyebut, ada empat unit bus yang kemarin diperiksa.

“Hasilnya ada APAR yang kedaluwarsa. Ya, melebihi batas expired yang telah ditentukan,” ungkap Rizki.

Hasil tersebut juga dibenarkan Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan. “Biasanya karena saat (APAR) masa expired, bus digunakan ke luar kota sehingga mengalami keterlambatan pengurusan,” jelas Yudjo.

Menanggapi temuan APAR kadaluwarsa, PIC PT Karya Setiawan Ekatama Sumaryono mengatakan, pihaknya akan segera melengkapi dan membenahi.

“Karena masa expired itu dua tahun. Telatnya baru hitungan bulan. Pasti segera diperbaiki (APAR, Red),” jelas Yono. 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #Ramp Check bus #jelang ramadan