NGANJUK - Operasional tiga terminal tipe C di Nganjuk semakin memprihatinkan. Tahun ini hanya empat terminal saja yang aktif. Selebihnya, sudah tidak lagi beroperasi.
Kepala Dinas Perhubungan Nganjuk Nur Solekan mengatakan, empat terminal tipe C yang masih aktif adalah terminal Sawahan, Berbek, Warujayeng, dan Nganjuk. “Untuk lainnya sudah tidak aktif,” kata Solekan.
Solekan mencontohkan keberadaan terminal Gondang. Jika beberapa tahun lalu masih aktif, tahun ini sudah tidak beroperasi lagi. “Terminalnya masih ada, tetapi angkutannya yang sudah tidak ada,” lanjut Solekan.
Adapun untuk Kertosono, menurut Solekan sebenarnya angkutan pedesaan (angkudes) di daerah tersebut masih beroperasi. Tetapi, terminalnya yang tidak ada.
Akibatnya, angkudes di Kertosono menggunakan lokasi di belakang pasar untuk transit. Ditanya tentang rencana membangun Terminal Kertosono yang sempat digagas beberapa tahun lalu, Solekan menyebut hal itu belum bisa direalisasikan.
Selain anggarannya dihapus, kesiapan lainnya belum ada. Termasuk, tanah untuk membangun terminal. “Untuk Stadion Tembarak kan itu tanahnya punya desa,” terang Solekan.
Jika rencana pembangunan Terminal Kertosono masih belum jelas, Solekan menyebut pihaknya akan mengusulkan pembangunan untuk terminal angkot Nganjuk. Usulan pembangunan terminal menurut Solekan muncul di musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) 2018.
Karenanya, dishub menindaklanjuti dalam pembahasan anggaran 2018. “Kami usulkan untuk dibangun agar kondisinya lebih baik lagi,” terang Solekan tentang terminal yang bersebelahan dengan Terminal Anjuk Ladang itu.
Berapa dana yang dibutuhkan? Solekan menyebut, berdasar hitungan sementara setidaknya dibutuhkan dana Rp 7 miliar. Anggaran tersebut akan dimasukkan dalam pembahasan anggaran 2018.
Dengan anggaran yang mencapai miliaran tersebut, Solekan memastikan jika kondisi terminal angkot Nganjuk nanti akan jauh lebih representatif. Lalu, bagaimana dengan perbaikan di tiga terminal lainnya? Solekan mengatakan, dishub tetap akan menganggarkan perbaikan.
Tetapi, sifatnya hanya melakukan rehab. Sehingga, anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar. “Jumlah anggarannya bervariasi. Tiap terminal hanya ratusan juta,” tandas Solekan.
Untuk diketahui, dari empat terminal tipe C di Kabupaten Nganjuk yang masih aktif, jumlah angkutan terbanyak adalah di Sawahan dan Berbek. Pantauan koran ini, angkutan di dua daerah tersebut memang masih terus aktif hingga sore hari.
Sekitar pukul 15.30 masih banyak dijumpai angkutan yang berlalu-lalang dari Berbek ke Sawahan. Sayangnya, kondisi terminal tipe C di Sawahan dan Berbek masih belum representatif.
Saat Jawa Pos Radar Nganjuk mengunjungi Terminal Berbek, di sana hanya ada satu bangku tunggu penumpang. Itu pun kondisinya sudah tidak layak. Selebihnya, hanya ada kanal-kanal untuk keberangkatan angkudes.
Editor : adi nugroho