Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengulas The Backrooms: Ruang Familiar dan Teror Tak Terjelaskan

S
Ilustrasi ruanh kosong.
Ilustrasi ruanh kosong.

Advertisement

JP Radar Kediri - Sebuah lorong kosong yang dapat membuat jutaan orang ketakutan. Inilah The Backrooms, berawal dari unggahan di internet hingga menjadi adaptasi game, serial, hingga ke layar lebar.

Bermula dari postingan foto pada forum 4chan pada Mei 2019 berlatarkan perkantoran yang dikemas dengan alur narasi seseorang telah mengalami noclip, istilah dalam dunia game dimana suatu individu berpindah realitas dan terjebak dalam dimensi lain.

Dimensi lain ini digambarkan dengan labirin tak berujung dengan isi ruang ruang kantor yang telah usang atau tertinggal lama, tembok lembab, karpet usang, serta derip lampu neon yang khas. Ciri khas sederhana inilah yang memikat banyak perhatian melalui konsep horor psikologis dengan kesan sulit dijelaskan bagi para pembaca.

Horror Tanpa Hantu.

Berbeda dengan konsep horor pada umumnya, film ini mengusung tema horor psikologis yang mana lebih mengandalkan mental, emosi, dan psikologis untuk membangun rasa tidak nyaman bagi para penonton. Dimulai dari ruang kosong tanpa ujung, sepi dan tanpa tujuan ini menyajikan rasa takut murni dari imajinasi para penonton.

Advertisement

Ruang Sunyi Menjadi Teror.

Peristiwa yang ada di film ini, dimana merasa asing di ruang sendiri ini sering disebut dengan liminal space. Berasal dari bahasa latin yaitu “limen” yang berarti “ambang batas” mencakup artian area transisi atau ruang peralihan di antara dua kondisi, tempat, atau waktu.

Dalam film ini, konteks liminal space sendiri dihadirkan melalui ruang- ruang kosong dengan pencahayaan lampu yang remang. Kesan itu tentunya tidak asing bagi beberapa orang, karena hal itulah otak manusia secara alami mengharapkan adanya suatu aktivitas dan jika tidak terpenuhi maka akan muncul perasaan janggal bahkan mengancam.

Hal ini merupakan salah satu daya tarik dari film The Backrooms. Bukan sekedar monster belaka tetapi juga rasa gelisah yang muncul dari kesunyian dan imajinasi dari para penonton.

Berawal dari ide sederhana dari komunitas internet menjadi sesuatu yang dinantikan secara global. Lewat film “The Backrooms” dapat dilihat perubahan selera penonton dari horor klasik menjadi horor psikologis yang mengandalkan atmosfer dan mental penonton.

 

Penulis: Karennia Putri Baginda

Advertisement
Editor : Shinta Nurma Ababil

Artikel Terkait

Mengenal Sosok dr Tutik Purwanti, Dokter Forensik Polda Jatim Asal Kediri

Mengenal Sosok dr Tutik Purwanti, Dokter Forensik Polda Jatim Asal Kediri

Bagi dokter forensik setiap kesimpulan tentang penyebab kematian harus didasarkan pada pemeriksaan, bukti, dan keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Apartemen Mewah Berubah Jadi Teror, Jang Gyuri Ungkap Daya Tarik Film Horor My Home

Apartemen Mewah Berubah Jadi Teror, Jang Gyuri Ungkap Daya Tarik Film Horor My Home

Film horor My Home menghadirkan teror di apartemen mewah. Jang Gyuri dan Kim Min Chul ungkap daya tarik karakter menjelang penayangan November 2026.

Film Pirunduk Asal Kalimantan Legenda Kelam, Bikin Merinding!

Film Pirunduk Asal Kalimantan Legenda Kelam, Bikin Merinding!

film ini mengangkat urban legend masyarakat Kalimantan Selatan ke layar lebar. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer