Mengenal Sosok dr Tutik Purwanti, Dokter Forensik Polda Jatim Asal Kediri

‘Ngobrol’ dengan Mayat sebelum Lakukan Autopsi
Sebagai dokter forensik, Tutik Purwanti tak melulu bersinggungan dengan bukti medis. Seringkali logikanya berbenturan dengan hal-hal yang berbau mistis. Namun, tetap saja setiap kesimpulan yang dia lakukan menggunakan ilmu pengetahuan, bukti medis, dan, tentu saja, fakta empiris di lapangan.
ASAD M. S., Kota, JP Radar Kediri
“Tadi ada korban bunuh diri di Blitar. Untung sudah bisa dipastikan (penyebab kematian) tanpa saya harus membedah. Kalau saya bedah gak bisa ketemu sampean.”
Serentetan kalimat itu keluar dari sosok wanita yang bernama Dr dr Tutik Purwanti, SpFM. Gelar terakhir itu adalah kependekan dari spesialis forensik medikolegal. Sekaligus menegaskan seperti apa pekerjaan yang dia geluti sehari-hari.
Tutik, demikian sehari-hari dia disapa, adalah dokter forensik yang bertugas di Polda Jatim. Maka, menangani kasus kematian seperti bunuh diri adalah bagian rutinitasnya.
Namun, yang perlu dicatat, seorang dokter forensik bukanlah sekadar memeriksa jenazah.
“Kami harus menyusun kepingan fakta. Untuk menjawab pertanyaan penting dalam satu perkara. Bagaimana seorang meninggal, apa penyebabnya, dan apakah ada tanda-tanda yang mengarah pada peristiwa tertentu?” urainya, ketika ditemui di ruang Kedokteran Kepolisian (Dokpol) RS Bhayangkara beberapa waktu lalu.
Tentu saja, pekerjaan itu membutuhkan ketelitian. Tanggung jawabnya pun besar. Tidak semua jawaban didapat dari kondisi jenazah.
Fakta lain di tempat kejadian perkara (TKP), keterangan keluarga, riwayat kesehatan, hingga kondisi saat ditemukan adalah informasi lain. Jadi bagian penting proses pemeriksaan.



