JP RADAR KEDIRI – Pada Januari 2026, pemerintah mencatat inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,55 persen (year-on-year/yoy). Peningkatan ini terlihat dari posisi Desember 2025 yang masih sebesar 2,92 persen. Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski secara bulanan tercatat deflasi 0,15 persen, laju inflasi tahunan tetap menjadi perhatian karena berdampak langsung terhadap biaya hidup masyarakat. Kondisi ini juga bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang bulan Ramadan.
Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok
Kelompok makanan dan minuman menjadi salah satu penyumbang utama inflasi. Kenaikan harga beras, telur, sayur, serta daging mulai dirasakan masyarakat dalam belanja harian. Menjelang Ramadan, kebutuhan bahan pangan cenderung meningkat sehingga tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga juga bertambah.
Selain bahan pangan, kebutuhan rumah tangga lainnya seperti air, listrik, dan kebutuhan lainnya turut memberi kontribusi terhadap inflasi. Kenaikan komponen ini berdampak langsung pada biaya hidup, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah.
Dampak Inflasi bagi Rumah Tangga
Kenaikan harga barang tanpa diikuti peningkatan pendapatan berpotensi menekan daya beli masyarakat. Kondisi ini mendorong rumah tangga untuk lebih selektif dalam berbelanja dan memprioritaskan kebutuhan pokok.
Menjelang Ramadan, tekanan inflasi berpotensi semakin terasa karena meningkatnya konsumsi untuk sahur dan berbuka puasa.
Inflasi Masih Terkendali
Pemerintah dan Bank Indonesia menilai inflasi nasional masih berada dalam kisaran target yang ditetapkan. Berbagai langkah pengendalian terus dilakukan, terutama melalui penguatan ketahanan pangan dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil