KEDIRI, JP Radar Kediri - Pengendara motor bebek, yang telah dimodifikasi itu, berbelok di tikungan tajam. Badannya seperti hendak rebah di aspal. Sementara salah satu lututnya berusaha menahan dengan menyentuh permukaan lintasan. Namun, upayanya melewati tikungan itu gagal total. Hasilnya adalah suara dentuman keras akibat benturan sepeda motornya dengan ban-ban yang jadi batas antara lintasan dan trotoar.
Tubuh sang pembalap terlempar dari jok motor. Menghantam aspal dengan keras. Tak terlihat kesakitan dia langsung bangkit. Senyum terlihat ketika dia membuka kaca helm. Sambil menghampiri seseorang yang sedari tadi membopong laptop.
“Pas cornering kok sedikit oleng,” ujarnya kepada lelaki yang bertugas sebagai mekanik itu.
Tak ada luka yang diderita pengendara itu. Juga tak terlihat seringai kesakitan. Sekujur tubuhnya yang telah dipasang pelindung yang lengkap adalah penyebabnya. Mulai dari wearpack, helm, sarung tangan, sepatu boots, hingga pelindung lutut.
“Kalau mau latihan di sini harus pakai perlengkapan lengkap,” ujar pria lain, yang sedari tadi berdiri memandangi peristiwa itu.
Pria ini adalah I Wayan Bernisce. Yang biasa dipanggil Bernice ini adalah ketua komunitas Jayati Otomotif Kediri (Joker). Sudah dua bulan ini mereka menggunakan pelataran GOR Jayabaya Kota Kediri sebagai tempat berlatih balap.
“Kami membalap di sini legal. Tidak seperti balap liar di jalanan,” sambungnya.
Ya, Joker merupakan komunitas balap yang legal. Terbentuk November lalu. Meskipun idenya sudah datang sejak beberapa tahun silam.
“Saya dan teman-teman tidak tega melihat banyaknya korban jiwa akibat balap liar di jalan raya,” akunya.
Ya, komunitas ini memang terbentuk dari keresahan itu. Akhirnya, dia dan beberapa rekan sepakat membuat komunitas. Catatan khususnya, latihan maupun balapannya di tempat resmi, bukan liar di jalanan. Plus, wajib mengenakan perlengkapan balap lengkap.
Nasib baik pun menghampiri. Wali Kota Kediri saat itu, Abdullah Abu Bakar, tahu. Berujung pada pemberian izin menggunakan pelataran GOR Jayabaya sebagai arena latihan. Waktunya Selasa, Kamis, dan Sabtu. Setiap pukul 11.00 hingga 15.00.
“Dapat izin dari Disbudparpora,” sebutnya, sambil mengatakan izin itu keluar November lalu.
Sejak mendapat lokasi latihan di GOR Jayabaya, semakin banyak pembalap yang bergabung. Bahkan tak hanya dari Kota Kediri. Juga dari daerah luar seperti Kabupaten Kediri, Jombang, Nganjuk, dan Tulungagung.
Komunitas ini menerapkan aturan yang ketat dan tegas. Tanpa menggunakan perlengkapan untuk safety, pembalap ditolak. Sudah pasti akan diusir dari tempat itu.
“Perlengkapan untuk safety itu wajib. Jika tidak mending tidak usah latihan,” tegasnya.
Di tempat ini pembalap mengasah kemampuan di tiga jenis balapan. Yaitu cornering, road race, dan drag race.
Keberadaan komunitas ini membuat Bernis berharap besar. Agar mereka yang masih melakukan kebut-kebutan di jalanan berhenti. Berganti mengasah keterampilan membalap di tempat yang legal dan aman.
“Sekarang sudah ada wadahnya. Semoga dunia balap di Kota Kediri dapat semakin maju,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah