Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Ulin Nuha, Mahasiswa asal Kediri yang Tewas di Kairo, Mesir

adi nugroho • Kamis, 5 Juli 2018 | 00:31 WIB
kisah-ulin-nuha-mahasiswa-asal-kediri-yang-tewas-di-kairo-mesir
kisah-ulin-nuha-mahasiswa-asal-kediri-yang-tewas-di-kairo-mesir


Sepulang kerja, Sabtu (30/6) Ulin Nuha tak bisa masuk ke apartemennya. Kunci tertinggal di dalam. Dia pun nekat memanjat balkon. Hendak masuk kamar lewat jendela. Meskipun dicegah teman-temannya. Nasib buruk pun tak terhindar.


 


RAMADANI WAHYU N.


 


Alunan suara pembacaan tahlil terdengar mendayu-dayu sore kemarin (2/7). Sesekali terdengar isak tangis. Sementara, dua bocah, usia 3 dan 1,5 tahun, terlihat berlarian. Berebut es krim. Sebelum akhirnya seorang wanita melerai.


Bocah yang lebih besar, yang ternyata sang kakak, cemberut. Dia ganti bertanya kepada ibunya ke mana sang ayah. Wanita berbaju hijau itu hanya tertunduk. Air matanya menetes perlahan. Sebelum akhirnya dia menjawab, “Ayah sedang piknik.”


Di sudut lain, lelaki berperawakan sedang terlihat berupaya tabah. Tak ada sesenggukan atau isak tangis. Tapi itu tak menutupi gurat kesedihan di wajahnya. Meskipun senyum berusaha ditampakkan.


“Orang pertama yang dikabar KBRI itu saya. Ditelepon sempat shock. Tapi saya berjanji saya harus tatak (kuat, Red),” terang Ahmad Lizamudin, adik almarhum Mohammad Ulin Nuha.


Ulin Nuha adalah mahasiswa asal Desa Purwotengah, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, yang meninggal Sabtu (30/6) di Kairo, Mesir. Terjatuh dari balkon lantai 5 di apartemennya.


Saat mendapat telepon dari KBRI, Minggu (1/7), Liza dalam perjalanan dari Gresik ke Nganjuk, mengantarkan sang istri. “Pada saat itu saya harus menjaga kabar ini hingga dua jam sampai tiba di Kediri,” tuturnya.


Dalam perjalanan ke Kediri itu dia sempat ditelepon Nauroh Khilawatut Abassum, istri Ulin. Yang bertanya apakah suaminya meninggal. Liza menutupi berita sebenarnya. Mengatakan bahwa Ulin sehat. “Sengaja (berbohong) agar orang-orang di rumah tenang tidak mikir yang macam-macam,” paparnya.


Saat mendapat kabar duka itu, Liza juga berpesan kepada teman-teman Ulin agar berita itu tak disuarakan di media ataupun medsos. Dia takut ada kabar macam-macam sebelum didapat kebenarannya.


Sesampai di rumah, Liza mengumpulkan semua anggota keluarga. Mengabarkan berita duka itu. “Pada saat saya bicara seperti itu semua diam tak percaya, lalu menangis. Semuanya menangis selain saya.  Sebelum akhirnya sama abah diwejangi macam-macam untuk ikhlas,” jelas Liza


Tapi, air mata Liza luruh juga saat membaca salah satu status facebook seorang santri Lirboyo, teman baik mendiang Ulin.. “Saya tak kuasa menahan air mata karena di situ ditulis kebaikan dan jasa-jasa mas ke teman-temannya yang kesusahan,” imbuh lelaki kelahiran 1986 ini


Sepanjang hidupnya, Ulin dikenal sosok yang tak tega melihat orang lain kesusahan. Saat memberi bantuan pun tak tanggung. Baik material maupun nonmaterial. Liza sangat paham karena dia juga menempuh S1 di Universitas Al-Azhar, Mesir. Bersama dengan Ulin di negeri orang, ia merasa aman dan nyaman. “Jadi mas kuliah sejak S1 tahun 2006, sedangkan saya 2007 dengan beasiswa,” paparnya.


Masa-masa susah dan senang mereka lalui bersama. Di masa susah Ulin masih sempat membantu orang lain. Sebab, meskipun berstatus kuliah dengan beasiswa, tak setiap tahun mereka terima.Tergantung naik atau turunnya nilai. Karena itu, mereka juga berusaha survive. Bagaimanapun beratnya.


Pernah, anak ketiga dari lima bersaudara ini bercerita, mereka tak kekurangan selama sebulan. Sehari makan satu kali. Itupun dari sisa orang lain. Kalau tak ada sisa orang, mereka pilih berpuasa.


Mereka pun berusaha mendapat pekerjaan freelance. Seperti menjadi karyawan villa yang mengharuskan mereka pulang hingga larut malam. Bahkan, sebelum terpeleset dari balkon apartemen itu, Ulin baru pulang dari tempat bekerja. Saat mau masuk kamar, ternyata kunci tertinggal di dalam. Walaupun sempat dicegah teman-teman satu apartemen, Ulin nekat memanjat pipa balkon. Agar bisa segera masuk kamar. Diduga karena tergelincir,  Ulin pun terjatuh dari tingkat lima apartemennya.


Kasus kecelakaan Ulin itu sempat disidangkan di pengadilan setempat. Dari CCTV, akhirnya diketahui memang Ulin terjatuh karena terpeleset.


Di Mesir, Ulin merupakan mahasiswa S2 di Universitas Al Azhar jurusan Takhossus Fiqih Syafii. Dia meninggalkan istri dengan dua anak.

Editor : adi nugroho
#kediri #tewas