KEDIRI, JP Radar Kediri- Auni Shanum Azmia menundukkan kepala nyaris menyentuh meja. Tangan mungilnya memegang batang crayon yang baru dipungut dari wadahnya. Kemudian bergerak lincah menggoreskan ke lembar bergambar yang ada di depannya. Sejurus kemudian, kertas bergambar hitam putih itu pun berubah menjadi berwarna.
Shanum, demikian bocah cilik ini biasa disapa, bersama beberapa temannya adalah peserta Festival Colour Kids. Siswa Raudlatul Athfal (RA) Al Barokah Tahdzib Kras ini mengerjakan di hari kedua lomba yang digelar Jawa Pos Radar Kediri dan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag ) Kabupaten Kediri kemarin. Tentu saja dengan antusiasme yang tinggi. Seperti halnya di hari sebelumnya.
“Iya, saya memang suka sekali mewarnai,” ucap gadis cilik ini sambil terus asyik menggores-goreskan ujung crayon.
Memang, dalam Festival Colour Kids kali ini, pengerjaan tidak hanya berlangsung sehari. Namun hingga Minggu (26/11). Bahkan, bila tak selesai di sekolah, peserta masih bisa membawa pulang. Kemudian menyelesaikannya di rumah.
Kemarin, siswa RA Al Barokah Tahdzib melanjutkan pengerjaan mewarna dan seni kolase di kelas. Menyelesaikannya hingga tuntas. Setelah selesai, karya itu diserahkan ke guru pembimbing.
“Anak-anak cukup antusias melanjutkan pengerjaan. Karena waktu yang diberikan juga cukup,” ujar Kepala RA Al Barokah Tahdzib Mariatul Maidah yang berada di lokasi.
Maidah mengatakan, siswa di lembaganya mengerjakan dengan didampingi guru dan pelatih. Tidak didampingi orang tua langsung. Meskipun demikian, para siswa itu mengerjakan dengan semangat dan ketelatenan yang tinggi.
Tidak hanya peserta mewarna untuk para siswa RA saja, lembaga ini juga mengikutsertakan siswa madrasah ibtidaiyah (MI) untuk lomba kolase. Untuk yang ini, mereka mengerjakannya secara mandiri. Hanya ada satu guru yang bertugas mengawasi.
Begitu waktu menunjukkan pukul 08.30, guru pengawas memberi tanda agar mereka memulai melakukan penempelan pada gambar yang disediakan panitia. Para siswa itu segera mengerjakan dengan serius. Diawali dengan menggunting kertas warna yang tersedia di Koran Radar Kediri. Ada yang menggunting dengan ukuran lebar, ada juga yang kecil-kecil. Kemudian ditempelkan perlahan setelah mengoleskan cairan lem pada lembar pengerjaan.
Peraturan yang telah ditetapkan oleh tim panitia dipatuhi oleh seluruh peserta. Bagi peserta mewarna, hanya menggunakan krayon. Sedangkan bagi seni kolase, tidak boleh menggunakan biji-bijian, manik-manik, dan dedaunan. Namun seni kolase diperbolehkan menggunakan kertas jenis yang lain. Asalkan tetap kertas.
Di Kecamatan Kras ini sebagian peserta sudah menyelesaikan lembar pekerjaan mewarna. Tinggal melangkah ke tahap pengumpulan karya saja.
“Untuk peserta RA di Kecamatan Kras ini ada 57 anak,” terang Ketua Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Kecamatan Kras Maratus Kibtiyah.
Di sisi lain, ada beberapa lembaga yang sempat menanyakan penggunaan pensil untuk peserta mewarna. “Penggunaan pensil meskipun untuk tahap finishing tidak diperbolehkan. Sesuai aturan, hanya menggunakan alat krayon saja,” jelas Manajer Pemasaran JPRK Heri Muda Setiawan yang sekaligus sebagai ketua panitia event akbar ini.
Heri berharap seluruh peserta memaksimalkan durasi pengerjaan yang telah diberikan. Sehingga hasilnya nanti cukup memuaskan. Ajang bergengsi ini akan memberikan trofi, e-sertifikat, dan juga uang jutaan rupiah pada para pemenang. “Untuk daftar peserta lolos final nanti akan diumumkan pada 9 Desember mendatang,” pungkasnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah