“Banyak yang sudah paham konsep,” kata Syaifudin senang. Di awal pelatihan, masih banyak guru yang menghitung menggunakan kertas. Setelah belajar konsep menghitung cepat, mereka bisa praktik dengan lancar saat dites ulang.
“Alhamdulillah semuanya lancar. Semoga dari pertemuan ini juga bermanfaat bagi guru-guru untuk mengajarkan ke muridnya,” terangnya mengaku senang karena interaksi dirinya dengan para guru yang semangat belajar itu terus terjalin.
Lebih jauh Syaifudin menegaskan, sebenarnya ada beberapa guru yang masih kesulitan memahami soal dan konsep. Namun, setelah dijelaskan secara perlahan, mereka bisa memahaminya.
Yang terpenting dalam pembelajaran menurut Syaifudin adalah hubungan komunikasi. Baik dari dirinya kepada guru atau dari guru ke murid. Komunikasi itu harus membuat semua pihak sama-sama paham.
Sementara itu, Guru SDN Manggis 4, Kecamatan Puncu, Winarsih mengaku senang mendapat ilmu baru dari pembelajaran bersama mathmaster kemarin sore. “Saya banyak mendapat materi baru di sini,” bebernya.
Kebetulan Winarsih memang tidak mengajar matematika. Meski demikian, dia bertekad mengikuti pelatihan selama dua hari. Termasuk melanjutkan pelatihan hari ini. “Nanti saya bisa menjelaskan ke murid-murid saya,” paparnya sembari menyebut banyak muridnya yang bisa terbantu dalam belajar matematika dengan metode baru itu.
Ia juga berharap ajaran ini bisa diturunkan dan dimaknai lebih dalam oleh para muridnya. “Kami akan berusaha untuk belajar lebih giat dan menyampaikan ke anak-anak dengan lebih mudah,” imbuhnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah