JP Radar Kediri - Pengeluaran iklan digital di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital dan pergeseran strategi promosi ke kanal online. Berdasarkan data dari Sensor Tower yang dirangkum Databoks, estimasi pengeluaran iklan digital media sosial di Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai sekitar US$143 juta. Angka tersebut melonjak 33,3 persen secara year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kanal dan Platform dengan Pengeluaran Tertinggi
Dari sisi platform, Instagram mencatat porsi terbesar dalam pengeluaran iklan digital pada kuartal terakhir 2025, yakni sekitar 35,4 persen dari total anggaran iklan media sosial. Posisi berikutnya ditempati Facebook di bawah naungan Meta Platforms dengan porsi sekitar 31,7 persen, disusul YouTube sebesar 16,6 persen.
Sementara itu, TikTok, LinkedIn, Pinterest, Reddit, dan X mencatat porsinya lebih kecil, namun tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap total pengeluaran iklan digital di Indonesia.
Sektor Usaha dengan Pengeluaran Terbesar
Tak hanya dari sisi platform, laporan tersebut juga menunjukkan sektor usaha yang paling besar mengalokasikan anggaran iklan digital. Sektor retail atau belanja menjadi penyumbang pengeluaran terbesar pada kuartal IV 2025. Disusul sektor barang konsumen kemasan (FMCG) serta media dan hiburan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Melejit Rp3,039 Juta per Gram, Naik Rp16.000
Berikut sepuluh sektor dengan pengeluaran iklan digital tertinggi:
- Belanja/ritel
- Barang konsumen kemasan
- Media dan hiburan
- Teknologi/perangkat lunak
- Layanan keuangan
- Gim
- Pendidikan & karier
- Perjalanan & pariwisata
- Bisnis & industri
- Kesehatan & pelayanan
Dominasi Digital Struktur Belanja Iklan Nasional
Perkembangan ini mempertegas posisi iklan digital sebagai saluran utama dalam strategi promosi perusahaan. Laporan dari GroupM memproyeksikan bahwa pada tahun 2025, iklan digital menyumbang hingga 75 persen dari total belanja iklan nasional, melampaui media konvensional seperti televisi, cetak, dan radio.
Format video pendek serta iklan berbasis media sosial menjadi daya tarik utama karena terukur lebih efektif menjangkau audiens secara spesifik dan terukur. Selain itu, fitur belanja langsung di berbagai platform turut meningkatkan konversi, sehingga pengeluaran iklan menjadi lebih efisien dan berbasis kinerja.
Modal Kuat Memakui 2026
Lonjakan pengeluaran pada kuartal IV 2025 tidak hanya memicu momentum akhir tahun, tetapi juga menjadi modal kuat memasuki tahun 2026. Evaluasi kampanye digital sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil positif, baik dari sisi peningkatan brand awareness maupun penjualan.
Pertumbuhan pengguna internet dan media sosial yang terus meningkat turut memperluas jangkauan iklan digital. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan pengeluaran iklan digital pada tahun 2026.
Baca Juga: CFD Libur, JLS Rempi Kediri Justru Ramai Jadi Lokasi Berburu Takjil Favorit Warga
Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dalam penargetan iklan juga membuat anggaran promosi lebih presisi dan terukur. Strategi berbasis data inilah yang memperkuat posisi digital sebagai prioritas dalam struktur belanja promosi perusahaan.
Dengan capaian yang kuat di akhir tahun 2025, Indonesia semakin menunjukkan daya saing pasar iklan digital di kawasan Asia Tenggara. Platform seperti Instagram dan Facebook tetap menjadi saluran utama pengeluaran, sementara sektor retail dan FMCG terus menjadi motor penggerak investasi promosi digital ke depan.
Penulis Adalah Anindya Uswatun Kasanah, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian