Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Emas Makin Berkilau, Warga Kediri Rela 'War' Antrean Sejak Subuh

Diana Yunita Sari • Rabu, 4 Februari 2026 | 05:37 WIB
Investasi emas di Kediri melonjak tinggi (Diana Yunita Sari/JPRK)
Investasi emas di Kediri melonjak tinggi (Diana Yunita Sari/JPRK)

KEDIRI, JP Radar Kediri – Tren investasi emas semakin diminati warga Kediri. Meski harga cenderung tinggi, antusiasme masyarakat untuk memilikinya tetap tak terbendung. Bahkan, sejumlah nasabah datang pukul 05.00 demi mengamankan stok emas yang diinginkan.

Manajer Distro Galeri 24 Pegadaian CPP Kediri, Anggun Ariwidya mengatakan, investasi emas di Kota Tahu mengalami streaming drastis dalam dua tahun terakhir.

"Kenaikannya sekitar 4 sampai 5 ribu nasabah dalam dua tahun ini. Jika dulu hanya ada satu grup informasi nasabah, sekarang sudah berkembang menjadi lima grup dengan total sekitar 5 ribu orang," ungkap Anggun.

Baca Juga: Realisasi Pajak di Kota Kediri Hanya 86,5 Persen, Ada Peran Vital UMKM

Tingginya minat masyarakat membuat stok emas seringkali ludes (sold out) setiap harinya. Karena ketersediaan stok fisik yang tidak disebutkan, tak jarang banyak pelanggan yang tidak kebagian.

Anggun menambahkan, saat ini warga Kediri juga mulai melirik program Konsinyasi Emas. Program penitipan emas ini menjadi solusi bagi warga yang khawatir menyimpan emas batangan di rumah. Nasabah bisa menitipkan emas mereka mulai ukuran 0,5 hingga 100 gram ke Galeri 24 dengan periode satu tahun.

"Emas tersebut akan dijadikan stok untuk dijual kembali oleh gerai. Sebagai ketidakseimbangannya, konsinyor (penitip) akan mendapatkan bagi hasil sebesar 1 persen dari harga dasar saat barang laku. Jika barang pengganti sudah ada, konsinyor akan mendapatkan emas baru," tambahnya.

Baca Juga: Harga Cabai Turun, Jadi Pemicu Utama Deflasi di Kediri pada Awal 2026

Saat ini, mayoritas warga lebih memilih membeli emas daripada menjual. Anggun mencontohkan, dalam sehari rata-rata terdapat 30 pembeli. Sementara yang menjual hanya sekitar 5 orang. Kebanyakan warga baru akan melepas simpanan mereka saat momen Lebaran atau musim pendaftaran sekolah anak. Adapun emas yang paling banyak diburu adalah varian 5 gram, 10 gram, dan 25 gram.

Hendra, salah satu pengunjung, mengaku lebih yakin menempatkan uangnya di emas batangan dibandingkan bank tabungan. Ia mengaku sudah rutin mengalokasikan dana untuk investasi ini.

“Kalau uang tunai pasti tergerus inflasi. Kalau emas, harganya cenderung naik terus dan jualnya juga gampang,” ujarnya.

Baca Juga: Darurat Kesehatan Mental di Kediri: 3.500 Warga Alami Gangguan Jiwa Karena Tekanan Ekonomi

Selain pembelian fisik, fitur cicil emas juga ramai diminati. Melalui sistem ini, nasabah dapat menabung untuk mengkonversikannya menjadi emas dengan DP sekitar 15 persen. Jumlah angsuran pun tetap datar dan tidak mempengaruhi naik-turunnya harga emas. Transaksi ini bisa dilakukan melalui aplikasi maupun langsung di kantor Pegadaian.

“Cicil atau nabung emas di Pegadaian juga ramai peminat. Layanan ini kami sarankan bagi mereka yang dananya belum mencukupi atau yang tidak kebagian stok fisik,” tutupnya.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#pegadaian #Galeri 24 #emas batangan #investasi emas #investasi emas 2026 #emas antam #emas #Galeri 24 by Pegadaian #kota kediri #emas UBS