Menurut Ani Rosiah, 32, pedagang nanas di pasar tersebut, kenaikan harga itu dibandingkan April lalu. Bahkan sampai lipat enam. Dari seribu menjadi Rp 6.000 per biji. Kemarin, harganya Rp 6 ribu–Rp 10 ribu per biji. “April lalu sempat turun, jadi Rp 1.000 per biji. Sekarang alhamdulilah naik lagi,” katanya.
Di lapaknya, Ani menjual nanas lokal bervariasi. Ukuran sedang Rp 6 ribu. Sedangkan yang besar Rp 10 ribu. Untuk grosir mulai Rp 5 ribu–Rp 11 ribu per biji. “Tergantung jenis buah dan ukurannya,” papar wanita asal Desa Bedali, Kecamatan Ngancar itu.
Ani biasa menerima nanas dari petani dua pikap setiap hari. Masing-masing berisi 3.000 biji. “Kalau saya mborong dari petani, tapi kadang petaninya sendiri yang ke sini,” ungkapnya. Meski harga naik, Ani bisa 1.000 biji per hari. Dia pernah mengirim dari luar kota, seperti Madura, Bondowoso, Pasuruan dan Probolinggo.
Di tempat yang sama, Paijah, 63, pedagang nanas lainnya, menyebut, saat ini nanas yang dicari pembeli ialah jenis madu dan lokal. “Nanas madu buahnya besar-besar. Kalau lokal ya biasa,” katanya sambil menunjukkan jenis nanasnya.
Menurut Paijah, kenaikan harga nanas disebabkan kondisi cuaca. Sehingga menghasilkan buah bagus. “Sekarang kan musimnya panas, jadi buahnya bagus. Kalau pas hujan terus-terusan buahe kadang kecil-kecil,” paparnya. (c3/ndr) Editor : Anwar Bahar Basalamah