Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konvoi Sepeda Motor Bikin Resah Warga

Hilda Nurmala Risani

ILUSTRASI: Konvoi motor.
ILUSTRASI: Konvoi motor.
Berbicara tentang konvoi memang tak selalu negatif. Tapi realita yang ada di lapangan justru semakin memperburuk maknanya. Ada oknum yang kerap membuat onar dan meresahkan warga sekitar.


Advertisement

Sebagai warga Kediri tentu cukup resah dengan adanya kegiatan konvoi sepeda motor yang dilakukan saat malam hari. Entah konvoi tersebut berasal dari perguruan silat atau bukan. Yang jelas tindakannya mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat.

Rasanya tidak sekali dua kali kegiatan konvoi itu terjadi. Mirisnya tak sekedar konvoi, terkadang mereka juga melakukan aksi pengeroyokan atau penganiayaan dengan sasaran orang random.

Misalnya saja, ketika ada acara-acara besar di wilayah Kediri. Baik acara keagamaan maupun acara budaya. Tak tahu dari mana asalnya yang jelas selalu ada gerombolan orang yang melakukan konvoi.

Advertisement

Terdengar suara mesin motor menderu-deru tiada henti. Suara bising membuat sakit telinga. Jalan dipenuhi kendaraan motor, seperti milik nenek moyangnya.

Ya, meskipun sebenarnya selalu ada polisi yang mengawal dan berjaga di titik-titik tertentu. Tapi itu tidak menjamin selalu aman. Sebab nyatanya masih ditemukan beberapa kasus warga jadi korban amukan salah sasaran.

Salah satu contoh yang bisa diambil adalah adanya acara nguri-nguri budaya yaitu pencak dor di wilayah Kota Kediri. Sejak pukul 19.00 sudah mulai banyak gerombolan yang berlalu lalang. Memakai pakaian hitam dan membawa atribut tertentu.

Advertisement

Mereka merasa bangga dan berani ketika bersama kelompoknya. Bersikap sok jagoan dengan blayer-blayer sepeda motor di jalan yang padat penduduk.

Padahal di balik rumah tersebut ada anak bayi, orang sakit maupun yang lainnya. Tapi apakah mereka peduli? Tentu jawabannya tidak.

Sebab jika rasa peduli itu ada tak mungkin mereka mau melakukan tindakan tersebut. Tak ada benefitnya sama sekali. Yang ada justru rasa terpancing untuk melakukan tindakan kriminalitas.

Sebut saja X, dia bersama temannya sedang duduk di teras rumah sembari bermain handphone. Tiba-tiba gerombolan tersebut melintas dan membuat suara bising. Tentu si X dan teman-temannya tertarik untuk menonton. Tapi yang ada dia justru menjadi korban salah sasaran.

Mengapa bisa terjadi? Sesederhana teman X mengenakan pakaian berwarna hitam. Gerombolan tersebut langsung datang ke teras rumah dan memukul. Beruntung dia bisa masuk ke dalam rumah untuk mengamankan diri.

Namun ternyata tak cukup membuat pelaku berhenti, mereka justru mendobrak dan berupaya menganiaya. Tetapi itu berhasil digagalkan oleh anggota keluarga yang ada di dalam rumah. Pelaku bersama gerombolannya pun ketakutan dan langsung berupaya melarikan diri.

Mungkin si X ini hanya salah satu diantara korban lainnya. Masih ada keluh kesah yang dialami oleh warga. Mulai dari suara bising hingga teriakan tengah malam. Padahal jam tersebut adalah waktunya untuk istirahat dengan tenang.

Tak ayal beberapa warga mengalami ketakutan dan trauma ketika ada konvoi sepeda motor. Sebagian dari mereka pun lebih memilih bersembunyi di rumah dibandingkan keluar menyaksikan. Sebab risiko yang didapat lebih besar daripada rasa penasaran yang ada.

Bahkan ketika terjadi peristiwa kecelakaan atau penganiayaan mereka pun enggan membantu. Karena rasa takut lebih besar, mereka khawatir ketika keluar dan menolong justru menjadi korban selanjutnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Kapolres Kediri Turun ke Jalan dalam Operasi Patuh Semeru! Utamakan Edukasi bagi Pengendara

Kapolres Kediri Turun ke Jalan dalam Operasi Patuh Semeru! Utamakan Edukasi bagi Pengendara

Kesadaran tertib berlalu lintas masih menjadi pekerjaan rumah.

Dua Cagar Alam Aman dari Karhutla, BKSDA Kediri Lakukan Mitigasi

Dua Cagar Alam Aman dari Karhutla, BKSDA Kediri Lakukan Mitigasi

BKSDA memastikan kawasan konservasi di Kabupaten Kediri masih aman dari kebakaran. Kondisi flora dan fauna yang dilindungi di dalamnya juga terpantau aman.

PHRI Sebut Okupansi Hotel dan Restoran Kediri Aman di Tengah Lesunya Ekonomi

PHRI Sebut Okupansi Hotel dan Restoran Kediri Aman di Tengah Lesunya Ekonomi

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, tingkat okupansi hotel di Kabupaten Kediri disebut masih cukup terjaga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer