Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catatan Awal Pekan: Kebakaran Hutan dan Political Will 

Kurniawan Muhammad
Penulis: Kurniawan Muhammad❯
Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Advertisement

 

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya terjadi di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera saja. Di kawasan Kediri Raya, juga terjadi hal yang sama. Rabu lalu (21/10/2026), api menjalar dan melahap kawasan lereng Gunung Wilis.

Jika biasanya membakar  kawasan hutan, kali ini juga menghanguskan lima hektar kebun milik warga di Dusun Gethuk, Desa Pagung, Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Khusus di Kabupaten Kediri ini, selama sebulan terakhir, sudah terjadi lebih dari 100 kasus kebakaran. 

Advertisement

Dalam melihat kasus maraknya kebakaran yang terjadi belakangan ini, maka sesungguhnya ada beberapa persoalan yang harus menjadi perhatian pemerintah.  

Di antaranya: bagaimana kita dalam mengelola lingkungan, bagaimana kita dalam menjaga keseimbangan eksosistem, bagaimana kita melindungi penghidupan masyarakat, serta bagaimana kita dalam menjalankan kebijakan publik, khususnya untuk mencegah bencana.

Sayangnya, beberapa persoalan tersebut seringkali bukan lah isu yang dianggap seksi. Bukan pula isu yang cukup menarik untuk ditangani secara serius, sistematis, dan komprehensif. Mengapa? Karena dampak dari kebijakan lingkungan, konservasi eksosistem, serta upaya pencegahan bencana, tidak selalu dapat dirasakan secara instan. Bahkan, hasilnya sering kali baru terlihat setelah bertahun-tahun. 

Advertisement

Akibatnya, isu-isu tersbeut berisiko kurang mendapatkan perhatian yang memadai dari para pengambil kebijakan, baik di tingkat pusat mapun daerah. 

Dalam praktik politik, pejabat dan pemimpin kita kerap menghadapi tuntutan untuk menghasilkan keberhasilan yang cepat terlihat, mudah diukur, dan mudah dikomunikasikan kepada publik.

Membangun jalan, jembatan, gedung, atau infrastruktur fisik lainnya memiliki keunggulan dari sisi visibilitas politik. Hasilnya dapat segera dilihat masyarakat. Ada bangunan yang bisa diresmikan. Ada proyek yang dapat diperlihatkan sebagai bukti keberhasilan pembangunan. 

Sebaliknya, keberhasilan menjaga hutan agar tidak terbakar, mempertahankan sumber mata air agar tidak mengering, atau mencegah tanah longsor, justeru sering tidak tampak sebagai sebuah pencapaian.

Advertisement

Artikel Terkait

Kapolri Umumkan Tersangka Karhutla, 243 Orang dan 13 Korporasi 

Kapolri Umumkan Tersangka Karhutla, 243 Orang dan 13 Korporasi 

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakar

Dua Cagar Alam Aman dari Karhutla, BKSDA Kediri Lakukan Mitigasi

Dua Cagar Alam Aman dari Karhutla, BKSDA Kediri Lakukan Mitigasi

BKSDA memastikan kawasan konservasi di Kabupaten Kediri masih aman dari kebakaran. Kondisi flora dan fauna yang dilindungi di dalamnya juga terpantau aman.

BRI Peduli Salurkan 270 Mesin Pompa Air untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan

BRI Peduli Salurkan 270 Mesin Pompa Air untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menyalurkan 270 unit mesin pompa air (alkon/water pump)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer