Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kediri - Balikpapan

A
Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Satu per satu rute penerbangan dari Bandara Dhoho Kediri ke daerah lain mulai beroperasi. Setelah Kediri-Jakarta, kali ini: Kediri-Balikpapan. Super Air Jet memastikan akan membuka rute tersebut mulai 6 Juni mendatang. Maskapai penerbangan di bawah Lion Group itu akan membuka pelayanan tiga kali dalam seminggu, pulang-pergi, Bandara Dhoho – Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Sepinggan.


Advertisement

Ibarat kendaraan, Bandara Dhoho terus “manasi mesin”-nya. Meski belum diresmikan (grand opening), tapi mereka tetap beroperasi. Ini langkah yang sangat tepat. Sebab, dengan cara tersebut, akan bisa dilihat mana saja bagian-bagian yang perlu dibenahi dan disempurnakan dari pengoperasian bandara. Sehingga, pada saat nanti benar-benar diresmikan (oleh presiden), Bandara Dhoho sudah sempurna, setidaknya mendekati sempurna.

Mengapa rute Kediri – Balikpapan yang dipilih? Ini sebagai komitmen dari Super Air Jet dalam mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebab, siapa pun yang akan menuju ke IKN, harus melewati bandara di Balikpapan itu. Menurut rencana, penerbangan dari Kediri ke Balikpapan dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB, dan tiba di Balikpapan pukul 16.30 WITA. Sedangkan penerbangan dari Balikpapan ke Kediri dijadwalkan pukul 12.45 WITA dan tiba di Kediri pukul 13.15 WIB. Untuk tahap awal, penerbangan Kediri-Balikpapan dilaksanakan tiga kali dalam seminggu.

Selama ini, warga Jawa Timur jika ingin ke Balikpapan, satu-satunya bandara yang melayani rute itu adalah Bandara Juanda. Secara total, ada empat maskapai yang mengoperasikan penerbangan non-stop dari Surabaya ke Balikpapan. Yakni: Citilink, Lion Air, Pelita Air, dan Super Air Jet. Penerbangan dari Surabaya ke Balikpapan dioperasikan 106 kali dalam seminggu, dengan rata-rata 15 penerbangan per hari. Waktu keberangkatan bervariasi, antara pukul 05.00 – 18.35.

Advertisement

Adanya empat maskapai yang mengambil rute Surabaya – Balikpapan, dengan 106 kali penerbangan dalam seminggu, menunjukkan bahwa warga Jatim yang pergi ke Balikpapan relatif  tinggi. Berarti, ini pasar yang menjanjikan.

Karena itu, wajar, jika Super Air Jet mengawali untuk membuka rute dari Kediri ke Balikpapan. Sehingga, warga Jawa Timur di wilayah Mataraman atau yang berplat nomor AG (Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Trenggalek dan Tulungagung) dan yang berplat nomor AE (Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Pacitan, Ponorogo, dan Magetan) jika ingin ke Balikpapan, kelak tak perlu ke Surabaya (Juanda). Cukup berangkat dari Bandara Dhoho Kediri.

Jika rute Kediri – Balikpapan ini sukses, maka rute-rute yang lain bakal menyusul. Termasuk Kediri – Bali, Kediri – Banjarmasin, Kediri – Palembang dan Kediri – Makassar.  

Advertisement

Maka, membangun Jawa Timur di wilayah Mataraman menjadi sebuah keniscayaan. Harus ada upaya percepatan pembangunan di wilayah tersebut. Agar punya value dibandingkan dengan wilayah Jatim yang lain, maka pembangunan yang dilakukan harus disesuaikan dengan karakter atau budaya di wilayah Mataraman itu. Disebut Mataraman, karena berdekatan dengan budaya dan tradisi Kerajaan Mataram yang berbasis di Jogjakarta dan Surakarta.

Sampai saat ini, di wilayah Mataraman itu belum ada PTN (perguruan tinggi negeri) yang umum yang berdiri secara mandiri. Minimal, di wilayah Mataraman harus ada satu PTN umum. Akan lebih baik jika lokasinya di Kediri. Yang terdekat dengan bandara.

Intinya, keberadaan bandara itu, harus bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya. Jika belum ada PTN umum, segera bikin PTN umum. Jika belum ada mall yang besar, segera bangun mall yang besar. Jika tempat wisatanya belum dipermak, segara permak tempat wisata yang ada, sehingga menjadi destinasi wisata yang berkelas dan berkesan.

 

Advertisement

Artikel Terkait

 Dari Buku Catatan hingga Tablet, Cara Mencatat Bisa Mempengaruhi Proses Belajar

Dari Buku Catatan hingga Tablet, Cara Mencatat Bisa Mempengaruhi Proses Belajar

Catatan tulis tangan dan digital memiliki kelebihan yang berbeda. Pemilihan cara mencatat dapat disesuaikan dengan materi dan kebutuhan selama proses belajar.

Satgas Tanggap Bencana Gerak Cepat Tangani Puting Beliung di Kepung Kediri

Satgas Tanggap Bencana Gerak Cepat Tangani Puting Beliung di Kepung Kediri

Kapolres Kediri AKBP Muh Wahyudin Latif mengatakan, setelah menerima informasi kejadian, satgas langsung melakukan pengecekan dan asesmen di lokasi.

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kepung, 65 Rumah Warga Terdampak

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kepung, 65 Rumah Warga Terdampak

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Kepung disertai angin kencang. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah rumah warga di beberapa titik

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer