Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puisi: Aida Amalliah & Anggita Joito Grace

S
Ilustrasi
Ilustrasi 

Advertisement

Tandu Merah

(Aida Amalliah)

Riuh berderak di kayu rapuh,

Advertisement

Jatuh terapung berbunyi gaduh,

Roda bergulir di pasir waktu,

Membawa kami ke ujung tatu.

Advertisement


Saadah menelisik nadi yang purba,

Membawa suara lirih tanpa iba,

Menyibak kelam mengendap meraba,

Terhenyak sadar, raga telah tiba.


Tandu merah terhenti di tanah yang resah,

Advertisement

Artikel Terkait

Puisi: Wasta Riaman Gea dan Rembulan

Puisi: Wasta Riaman Gea dan Rembulan

Puisi Wasta Riaman Gea dan Rembulan Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan

Puisi: Dora Perawati Sihotang dan Yosi Aunike Sinuraya

Puisi: Dora Perawati Sihotang dan Yosi Aunike Sinuraya

Puisi karya Dora Perawati Sihotang dan Yosi Aunike Sinuraya mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan.

Puisi: Maretta Sihombing & Atnes Hutagaol

Puisi: Maretta Sihombing & Atnes Hutagaol

Puisi karya Maretta Sihombing dan Atnes Hutagaol Universitas Negeri Medan (UNIMED), Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer