Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puisi: Wasta Riaman Gea dan Rembulan

S
Ilustrasi
Ilustrasi 

Advertisement

Pada Sebuah Musim Yang Telah Gugur

Pada sebuah musim yang telah gugur,

pernah kita tanam harapan

Advertisement

di tanah yang kita kira akan selalu subur.

Kita tumbuh dari percakapan-percakapan kecil,

lalu perlahan menjadi sesuatu

Advertisement

yang tak sempat kita beri nama.


Kini, musim itu telah selesai.

Daun-daunnya jatuh satu per satu,

seperti kenangan yang kehilangan tempat

untuk kembali.

Advertisement
Editor : Shinta Nurma Ababil

Artikel Terkait

Puisi: Dora Perawati Sihotang dan Yosi Aunike Sinuraya

Puisi: Dora Perawati Sihotang dan Yosi Aunike Sinuraya

Puisi karya Dora Perawati Sihotang dan Yosi Aunike Sinuraya mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan.

Puisi: Maretta Sihombing & Atnes Hutagaol

Puisi: Maretta Sihombing & Atnes Hutagaol

Puisi karya Maretta Sihombing dan Atnes Hutagaol Universitas Negeri Medan (UNIMED), Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Puisi: Desclaudia Grace Silaban & Nova Muhairani

Puisi: Desclaudia Grace Silaban & Nova Muhairani

Desclaudia Grace Silaban dan Nova Muhairani merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 5

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer