JP Radar Kediri - Menjelajahi makanan di Kediri tidak selalu harus dimulai dari sajian yang sedang ramai dibicarakan. Beberapa makanan sederhana justru punya daya tarik dari cara pengolahan dan penyajiannya, salah satunya menggunakan daun pisang.
Daun pisang bukan sekadar pembungkus. Ketika digunakan untuk mengukus atau memanggang makanan, aromanya ikut menempel pada bahan di dalamnya dan memberikan karakter yang berbeda dibandingkan penggunaan wadah biasa.
Di warung tradisional, pasar, hingga tempat makan rumahan di Kediri, makanan berbungkus daun pisang masih bisa menjadi bagian menarik dari perjalanan berburu rasa. Mulai dari pepes, bothok, nasi bakar, hingga jajanan manis, masing-masing menawarkan tekstur dan aroma yang berbeda.
Baca Juga: Sekitar 40 Km dari Kediri, Coban Kromo Jadi Pilihan Wisata Alam di Desa Pelem
Pepes Ikan dengan Aroma Bumbu dan Daun Pisang
Pepes menjadi salah satu olahan yang cukup identik dengan penggunaan daun pisang.
Ikan dibumbui dengan rempah, cabai, bawang, dan bahan pelengkap lainnya sebelum dibungkus rapat. Setelah itu, makanan dikukus hingga matang.
Pada beberapa olahan, pepes kemudian dipanggang sebentar sehingga bagian luar daun pisang sedikit mengering dan memberikan aroma yang lebih kuat.
Jenis ikan yang digunakan dapat berbeda-beda. Ada yang memakai ikan air tawar maupun ikan laut, tergantung bahan yang tersedia.
Pepes cocok menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati lauk berbumbu tanpa selalu memilih olahan goreng atau bakar.
Baca Juga: Cocok Jadi Teman Tahu dan Tempe, Coba Kangkung Cabe Bawang untuk Menu Rumahan
Bothok dengan Kelapa Berbumbu
Selain pepes, bothok juga dikenal sebagai makanan yang dimasak menggunakan bungkus daun pisang.
Kelapa parut berbumbu menjadi salah satu komponen utama. Isiannya dapat dikombinasikan dengan tahu, tempe, lamtoro, ikan, maupun bahan lain sesuai racikan masing-masing.
Setelah dibungkus, bothok dikukus hingga matang. Uap panas membuat aroma daun pisang menyatu dengan kelapa dan bumbu di dalamnya.
Teksturnya cenderung lembut dengan rasa gurih yang cukup kuat, sehingga cocok disantap bersama nasi hangat dan lauk sederhana lainnya.
Nasi Bakar untuk Pilihan yang Lebih Mengenyangkan
Daun pisang juga sering digunakan untuk membungkus nasi bakar.
Nasi biasanya sudah diberi bumbu dan isian sebelum dibungkus. Pilihannya dapat berupa ayam suwir, ikan, teri, jamur, hingga sambal.
Setelah dibungkus, nasi dipanggang sehingga bagian luar daun berubah warna dan aromanya semakin keluar.
Proses tersebut memberikan sensasi berbeda ketika bungkus dibuka. Aroma bakaran langsung terasa sebelum nasi dan isiannya disantap.
Bagi yang ingin makanan lebih mengenyangkan saat menjelajahi Kediri, nasi bakar bisa menjadi salah satu pilihan.
Baca Juga: Kuliner di Kampung-Kampung Kota Kediri, Warung Sederhana yang Tetap Punya Pelanggan
Lemper untuk Camilan Gurih
Penggunaan daun pisang tidak hanya ditemukan pada makanan berat.
Lemper menjadi salah satu jajanan yang sering dibungkus menggunakan daun pisang. Beras ketan yang pulen biasanya diisi dengan ayam suwir atau abon sebelum dibentuk dan dibungkus.
Ukuran yang tidak terlalu besar membuat lemper cocok menjadi camilan ketika berkunjung ke pasar tradisional atau mencari jajanan untuk perjalanan.
Rasa gurih dari ketan dan isiannya juga membuat makanan ini cocok dinikmati tanpa tambahan lauk.
Nagasari untuk Pilihan Manis
Kalau ingin sesuatu yang manis, nagasari bisa menjadi pilihan lain.
Jajanan ini menggunakan adonan tepung dengan rasa manis dan biasanya diberi potongan pisang di bagian tengah.
Adonan kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang.
Teksturnya yang lembut berpadu dengan aroma daun pisang membuat nagasari memiliki karakter berbeda dari kue modern yang dipanggang atau digoreng.
Makanan seperti ini bisa ditemukan sebagai bagian dari ragam jajanan tradisional yang cocok dinikmati bersama teh atau kopi.
Baca Juga: Makanan Rumahan di Kediri, Kenapa Tetap Dicari di Tengah Banyaknya Menu Kekinian?
Daun Pisang Bukan Sekadar Pembungkus
Penggunaan daun pisang menunjukkan bahwa cara penyajian juga dapat menjadi bagian penting dari pengalaman makan.
Pada pepes dan bothok, daun membantu menjaga bahan tetap berada dalam satu bungkus selama proses pengukusan. Pada nasi bakar, daun bertemu langsung dengan panas sehingga menghasilkan aroma yang lebih kuat.
Sementara pada jajanan seperti lemper dan nagasari, daun pisang membuat makanan lebih praktis sekaligus mempertahankan kesan tradisional.
Menjelajahi Kediri Lewat Aroma dan Cara Memasak
Wisata kuliner tidak selalu harus berpusat pada satu makanan khas atau rumah makan terkenal.
Mencari makanan yang masih menggunakan daun pisang bisa menjadi cara lain menikmati perjalanan di Kediri. Pepes menawarkan lauk berbumbu, bothok menghadirkan kelapa gurih, nasi bakar memberikan aroma panggang, sementara lemper dan nagasari cocok menjadi pilihan camilan.
Dari warung sederhana hingga pasar tradisional, sajian seperti ini memperlihatkan bahwa pengalaman berburu makanan juga dapat dimulai dari hal kecil, termasuk bungkus daun pisang yang memberikan aroma khas pada setiap hidangan.
Editor : Shinta Nurma Ababil