JP Radar Kediri - Warung Bu Narno menjadi salah satu tempat makan sederhana di Kediri yang ramai didatangi pembeli sejak pagi. Dengan harga sekitar Rp8 ribu per porsi, rawon menjadi menu utama yang bahkan bisa habis sebelum pukul 09.00.
"harganya Rp8000. Dulu yang jualan ibuknya, sekarang diterusin anaknya" ujar Bu Narti, anak bu Narno.
Warung mulai melayani pembeli sekitar pukul 07.00. Setiap harinya, sekitar tiga panci rawon disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, ramainya pembeli membuat menu tersebut terkadang sudah habis sekitar pukul 08.30.
Suasana warung terlihat ramai sejak pagi. Ada pembeli yang sudah menjadi pelanggan dan kembali datang untuk menikmati menu yang ditawarkan.
Baca Juga: Kuliner Kediri dengan Aroma Khas, dari Anglo sampai Daun Pisang
Meski rawon telah habis, aktivitas di warung tidak langsung berhenti. Pembeli masih berdatangan dan memilih menu lain seperti pecel, pecel tumpang, serta aneka sayur.
Berjualan Sejak 1985
Rawon Bu Narno telah hadir sejak sekitar 1985.
Kini usaha tersebut diteruskan oleh generasi kedua, yakni Bu Narti yang merupakan anak Bu Narno. Ia melanjutkan usaha keluarga yang telah berjalan selama puluhan tahun tersebut.
Keluarga Bu Narno memiliki latar belakang dari luar Kediri. Ayah berasal dari Ponorogo, sedangkan ibu berasal dari Trenggalek. Meski demikian, keluarga telah lama tinggal dan menjalani kehidupan di Kediri.
Perjalanan usaha yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya membuat warung ini tetap hadir hingga sekarang.
Baca Juga: Dari Tahu sampai Pisang, Bahan Sederhana yang Jadi Identitas Kuliner Kediri
Tiga Panci Rawon Disiapkan Setiap Hari
Dalam sehari, sekitar tiga panci rawon disiapkan untuk dijual.
Meski jumlahnya cukup banyak, menu tersebut tetap dapat habis hanya dalam waktu sekitar satu setengah jam setelah warung buka.
Seporsi rawon dibanderol sekitar Rp8 ribu dengan porsi yang cukup banyak. Di dalamnya terdapat nasi, kuah rawon, potongan daging, serta tauge pendek yang biasa menjadi pelengkap sajian rawon.
Kerupuk dan sambal turut disajikan sebagai pelengkap sehingga pembeli dapat menyesuaikan rasa sesuai selera.
Dengan harga tersebut, pembeli tetap bisa mendapatkan sajian dengan potongan daging dan porsi yang mengenyangkan.
Baca Juga: Kuliner Dekat Simpang Lima Gumul Kediri yang Wajib Dicoba
Harga Terjangkau Jadi Salah Satu Daya Tarik
Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu hal yang menarik perhatian pembeli.
Tak sedikit pelanggan yang kembali datang karena porsi yang cukup banyak dengan harga yang masih ramah di kantong.
Suasana warung yang ramai pada pagi hari juga menunjukkan bahwa tempat ini memiliki pelanggan yang sudah terbiasa datang untuk sarapan maupun mencari makanan sebelum memulai aktivitas.
Rawon Habis, Pecel Tumpang Tetap Dicari
Rawon memang menjadi salah satu menu utama, tetapi bukan satu-satunya pilihan yang tersedia.
Ketika rawon telah habis, pembeli tetap datang dan memilih menu lainnya seperti pecel, pecel tumpang, serta aneka sayur.
Pecel dibanderol mulai sekitar Rp6 ribu. Dengan tambahan minuman, pembeli dapat menikmati satu kali makan dengan harga yang tetap relatif terjangkau.
Baca Juga: Di Tengah Tren Kuliner Baru, Depot Wilis Kediri Masih Pertahankan Nuansa Klasik
Adanya pilihan menu lain membuat aktivitas warung tetap berjalan meski tiga panci rawon yang disiapkan sejak pagi sudah habis.
Teh hingga Kopi Jadi Pilihan Minuman
Untuk menemani makanan, Warung Bu Narno juga menyediakan beberapa pilihan minuman sederhana.
Pembeli bisa memilih teh hangat, es teh, maupun kopi sesuai selera.
Pilihan tersebut melengkapi menu sarapan yang tersedia dan membuat pengunjung tetap bisa menikmati makanan dengan suasana warung sederhana yang ramai.
Baca Juga: Dari Hangat sampai Dingin, Ini Pilihan Minuman untuk Menemani Kulineran di Kediri
Warung Sederhana yang Tetap Ramai
Ramainya pembeli sejak pagi menjadi salah satu pemandangan yang terlihat di Rawon Bu Narno.
Ada pelanggan yang datang khusus untuk menikmati rawon, sementara lainnya tetap memilih pecel, pecel tumpang, atau sayur ketika menu rawon sudah habis.
Di tengah munculnya berbagai tempat makan baru, warung sederhana seperti Rawon Bu Narno masih menjadi pilihan bagi pembeli yang mencari makanan dengan porsi cukup banyak dan harga terjangkau.
Dengan perjalanan usaha sejak 1985 hingga kini diteruskan generasi kedua, Rawon Bu Narno tidak hanya menawarkan seporsi rawon, tetapi juga membawa cerita kuliner keluarga yang telah bertahan selama puluhan tahun di Kediri.
Editor : Shinta Nurma Ababil