JP Radar Kediri - Bila ingin berwisata sekaligus menambah wawasan, ada baiknya mendatangi Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem di Kabupaten Kediri. Tempat ini menyimpan jejak sejarah yang belakangan semakin menarik perhatian wisatawan dan pegiat sejarah. Ibaratnya berwisata double track, mencari hiburan sambil belajar sejarah.
Di desa ini berdiri dua arca kala berukuran besar yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan Mbah Penthul. Temuan purbakala tersebut kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang ramai dikunjungi.
Juru kunci setempat, Gun Griwo, 72, menuturkan bahwa salah satu arca kala sebenarnya sudah lama diketahui warga. Arca tersebut berada di kawasan sungai yang dahulu dianggap sebagai punden dan dikenal dengan nama Watu Penthul atau Selo Topeng.
“Kalau yang pertama ini sudah diketahui warga sejak dulu. Dibiarkan begitu saja karena dianggap punden,” ujarnya.
Baca Juga: Kuliner Legendaris Sate Kambing Muda Bu Jumangin Eksis sejak 1980-an
Sementara itu, arca kala kedua ditemukan pada 2019 saat warga melakukan pembersihan sungai di kawasan Kali Penthul yang berada di perbatasan Dusun Sobo dan Dusun Kranggan. Setelah ditemukan, artefak tersebut kemudian dievakuasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri pada 2021.
Selain dua arca kala, di lokasi tersebut juga terdapat artefak lain berupa mahkota berbentuk lidah api yang ditemukan pada tahun 1993. Berdasarkan kajian sejumlah arkeolog, mahkota tersebut diduga merupakan bagian dari bangunan suci pada masa lampau. Menurut Gun Griwo, banyak peneliti dan arkeolog luar negeri datang untuk mempelajari situs tersebut. Dari berbagai kajian, arca kala itu diduga merupakan kirttimukha.
Baca Juga: Wisata Kuliner Kediri, Warung Lumintu Sajikan Sate Bekicot Legendaris Sejak 1976
“Banyak arkeolog yang datang ke sini. Katanya itu ornamen penjaga yang lazim ditempatkan di pintu masuk bangunan suci pada masa Kerajaan Kadiri,” jelasnya. Keberadaan situs bersejarah tersebut mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Setelah artefak diangkat, Pemkab Kediri membangun pendopo untuk melindungi sekaligus mempermudah pengunjung menikmati situs tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Desa Nambaan Riva Mahadny mengatakan, pemdes juga terus melakukan penataan kawasan guna mendukung potensi wisata sejarah di desa tersebut.
“Tahap awal yang kami lakukan adalah memperbaiki akses menuju lokasi. Dulu jalannya masih berupa jalan setapak, sekarang sudah dipaving,” ucap Riva. Ke depan, Pemdes Nambaan juga berencana menambah fasilitas penunjang seperti area parkir dan tempat istirahat pengunjung.
Baca Juga: Unik! Desa Plosorejo Kediri Tetapkan Hari Jadi Berdasarkan Angka di Situs Kuno Tahun 903 M
Editor : Mahfud