JP RADAR KEDIRI Pasar Blauran sejak lama dikenal sebagai pusat belanja legendaris di Kota Pahlawan. Namun, di balik deretan kios batik dan kebutuhan rumah tangga, pasar ini juga menyimpan harta kuliner yang tak kalah melegenda: Es Dawet Blauran. Minuman berbahan dasar cendol hijau, santan segar, dan gula merah cair ini sudah puluhan tahun menjadi pelepas dahaga favorit pengunjung pasar.
Ciri khas Es Dawet Blauran terletak pada kesederhanaan bahan dan penyajiannya yang masih tradisional. Dawet kenyal dari tepung beras berpadu dengan santan gurih serta gula merah cair yang harum. Disajikan dalam mangkuk kaca jadul dengan es serut melimpah, sensasi manis, legit, dan segar langsung terasa di setiap tegukan. Tak heran, di tengah panasnya Surabaya, es dawet ini selalu jadi incaran pembeli.
Sejarah panjangnya turut menambah daya tarik. Konon, es dawet di Blauran sudah hadir sejak 1970-an dan dikelola turun-temurun oleh pedagang setempat. Salah satu penjual legendaris, mengaku sudah berjualan lebih dari 30 tahun meneruskan usaha orang tuanya. “Saya dulu bantu ibu jualan sejak SD. Sekarang masih banyak pelanggan lama yang datang karena rindu rasa jadul,” katanya.
Baca Juga: Es Dawet Jepara di Kediri Ini Selalu Ramai Setiap Hari, Lokasinya di Area Persawahan
Meski harga seporsinya hanya sekitar Rp8 ribu–Rp12 ribu, porsi yang disajikan cukup melimpah. Lina (37), pelanggan setia, mengaku selalu menyempatkan mampir setiap kali belanja di Blauran. “Rasanya nggak pernah berubah dari dulu, manisnya pas dan bikin segar,” ujarnya. Testimoni serupa datang dari pelanggan, mahasiswa Surabaya, yang menilai Es Dawet Blauran lebih sehat dan natural dibanding minuman kekinian.
Suasana pasar yang khas turut menambah pengalaman tersendiri. Deru para pedagang, aroma kuliner tradisional seperti rawon, pecel, hingga soto, berpadu dengan semangkuk es dawet yang menyegarkan. Kehadirannya seolah melengkapi denyut kehidupan pasar yang tak pernah sepi pengunjung.
Kini, Es Dawet Blauran bukan hanya sekadar minuman pelepas dahaga, melainkan ikon kuliner tradisional Surabaya yang merepresentasikan kehangatan pasar rakyat. Bahkan, Pemkot Surabaya melalui dinas pariwisata pernah memasukkannya dalam agenda promosi wisata kuliner untuk memperkenalkan cita rasa klasik kepada generasi baru. Es Dawet Blauran menjadi bukti bahwa kesederhanaan rasa mampu bertahan lintas zaman dan tetap dicintai hingga kini.
Baca Juga: Nikmatnya Pecel Ale dan Es Campur Asli Bakalan Kediri
Dita Amelia Ningsih Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Jauhar Yohanis