Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri punya satu destinasi wisata alam yang tengah naik daun: Wisata Pancar Wonotirto. Sejak mulai dibangun pada 2018, tempat ini langsung jadi jujukan favorit keluarga. Terutama bagi yang rindu suasana alam segar dan gemericik sungai yang jernih.
Dikelola langsung oleh Pemerintah Desa Gayam, wisata ini ditangani oleh tujuh pengurus inti. Mereka bertugas menjaga kebersihan, keamanan, hingga mengurus berbagai event.
Kebersihan Jadi Prioritas Utama
Bagi Widodo, pengurus wisata sejak awal berdiri, kebersihan adalah kunci utama. Bukan hanya tanggung jawab petugas, para pedagang dan pengunjung juga ikut berpartisipasi menjaga kebersihan.
"Alhamdulillah, kesadaran masyarakat dan pedagang sudah tinggi. Jadi nggak perlu disuruh pun sudah gerak sendiri untuk bersih-bersih," ujar Widodo.
Setiap pagi sebelum pukul 07.00, para pemilik lapak sudah mulai membersihkan lapak dan area masing-masing. Setelah itu, mereka pulang sebentar dan kembali lagi pukul 08.00 untuk mulai berjualan.
Tulisan larangan membuang sampah ke sungai sudah terpampang jelas di berbagai sudut. Tempat sampah juga tersedia di banyak titik. Hal ini membuat sungai Pancar Wonotirto tetap bersih, dengan air yang selalu jernih karena bersumber langsung dari mata air pegunungan.
Selain itu, menurut Widodo letak hulu sungai yang jauh dari permukiman padat dan pabrik membuat kualitas air tetap terjaga.
"Di atas itu kebanyakan sawah, bukan permukiman. Jadi airnya bersih dan tidak tercemar," kata Widodo.
Aman untuk Anak-anak tapi Tetap Harus Waspada
Sistem pengawasan Pancar Wonotirto tergolong sangat memadai. Meskipun rata-rata kedalaman air hanya 25 cm namun pihak pengelola tetap siaga, terutama saat musim hujan.
Saat musim hujan, ketinggian air bisa melonjak hingga lebih dari satu meter. Hal ini akibat luapan Dam Tambakrejo yang mengaliri wilayah Sukorejo, Kopongan, hingga Pagu.
Untuk mengantisipasi, pengelola selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa. Jika volume air di Dam Tambakrejo meningkat, air akan dialirkan ke desa lain agar debit di Pancar Wonotirto tetap aman.
Pengawasan ketat juga dilakukan setiap hari. Petugas selalu memantau kondisi air, terutama di sore dan malam hari.
"Biasanya air naik saat sore atau malam, ketika pengunjung sudah pulang. Jadi sejauh ini aman," jelas Pak Widodo.
Meski begitu, kawasan wisata ini pernah mencatat satu insiden pada 2021. Yaitu ketika seorang anak tenggelam di area sungai yang dalam karena berenang tanpa pengawasan orang dewasa. Insiden tersebut terjadi saat kawasan wisata belum dikelola secara maksimal.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Kini, di setiap sisi sungai, terpampang jelas imbauan agar anak-anak yang berenang wajib didampingi orang tua atau pendamping.(*)
Editor : Mahfud