Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Malaikat Kecil Tak Berdosa Jadi Korban

Hilda Nurmala Risani
Ilustrasi bayi yang dibuang.
Ilustrasi bayi yang dibuang.

Advertisement

 

“Beberapa hari yang lalu warga Dusun Baba'an, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem mendadak geger. Itu karena ada sesosok bayi perempuan yang diduga kuat baru dilahirkan ditemukan telantar di area pinggir jalan persawahan setempat dalam kondisi hidup dan memprihatinkan.”

KEDIRI, JP Radar Kediri - Sebenarnya penemuan bayi di wilayah Kediri bukan sekali dua kali. Sudah ada beberapa kasus pembuangan bayi. Mereka yang membuang pun pasti banyak alasan pemicu untuk melakukan perbuatannya. 

Advertisement

Ya, pembuangan bayi yang terus ada ini mencerminkan persoalan sosial yang kompleks. Mulai dari tekanan ekonomi, stigma sosial, hingga ketidaktahuan tentang kesehatan reproduksi.

Pertama, kondisi ekonomi yang sulit. Banyak ibu muda, terutama mereka yang berasal dari keluarga miskin atau hidup dalam keterbatasan finansial merasa tidak mampu membesarkan anak yang baru lahir.

Advertisement

Seringkali mereka terkendala biaya persalinan, perawatan bayi hingga kebutuhan sehari-hari. Ini bisa menjadi beban yang berat terutama bagi mereka yang tidak memiliki dukungan keluarga atau pasangan. Tak heran, dalam situasi yang terjepit beberapa dari mereka memilih jalan tragis dengan menelantarkan bayi. Meskipun dalam kondisi yang membahayakan nyawa sang bayi.

Kedua, tekanan sosial dan stigma masyarakat. Faktor ini berperan besar dalam kasus pembuangan bayi. Kehamilan di luar nikah masih dianggap sebagai aib di banyak lingkungan, terutama di komunitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai konservatif.

Perempuan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan, terutama yang masih remaja atau belum menikah seringkali harus menghadapi tekanan berat dari keluarga dan masyarakat.

Rasa takut terhadap penghakiman sosial serta kekhawatiran akan masa depan membuat mereka putus asa dan memilih untuk menyembunyikan kehamilannya. Yang pada akhirnya berujung pada keputusan ekstrem seperti membuang bayi.

Mirisnya lagi, mereka melahirkan secara diam-diam tanpa bantuan medis yang memadai. Tentu ini tidak hanya membahayakan bayi, tetapi juga mengancam keselamatan ibu itu sendiri.

Advertisement
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri

Artikel Terkait

Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Tugurejo: Amankan Rekaman CCTV di Sekitar Lokasi Kejadian, Pemdes Ikut Sisir Perempuan Usia Produktif yang Hamil

Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Tugurejo: Amankan Rekaman CCTV di Sekitar Lokasi Kejadian, Pemdes Ikut Sisir Perempuan Usia Produktif yang Hamil

Dua hari melakukan penelusuran, mereka berhasil mengamankan sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Bayi Perempuan yang Dibuang di Sawah Ngasem Alami Sunburn karena Diletakkan di Rerumputan Tanpa Baju: RSUD SLG Lakukan Perawatan Intensif

Bayi Perempuan yang Dibuang di Sawah Ngasem Alami Sunburn karena Diletakkan di Rerumputan Tanpa Baju: RSUD SLG Lakukan Perawatan Intensif

Bayi dengan berat 2.200 gram dan panjang 43 sentimeter itu ditemukan dalam kondisi kurang asupan nutrisi serta terpapar panas matahari cukup lama.

Geger! Penemuan Bayi Perempuan Masih Bertali Pusar di Pinggir Sawah Tugurejo Ngasem Kediri

Geger! Penemuan Bayi Perempuan Masih Bertali Pusar di Pinggir Sawah Tugurejo Ngasem Kediri

Bayi malang tersebut bahkan masih memiliki tali pusar yang belum dipotong. Tubuhnya hanya dibalut kain seadanya menggunakan selembar sarung bantal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer