Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bukan Cuma Pantai, Ini 5 Destinasi Wisata Alternatif di Bali yang Wajib Dikunjungi

Ilmidza Amalia Nadzira • Minggu, 1 Juni 2025 | 00:20 WIB
Jalan utama Desa Penglipuran yang tertata rapi dengan rumah-rumah tradisional di kedua sisinya.
Jalan utama Desa Penglipuran yang tertata rapi dengan rumah-rumah tradisional di kedua sisinya.

JP Radar Kediri - Pulau Dewata sering kali dipadankan dengan pasir putih dan ombak biru. Tapi bagi sebagian pelancong, Bali justru lebih menarik saat melangkah menjauh dari garis pantai.

Di balik gemerlap pesisir, tersembunyi wajah lain Bali yang lebih tenang, sejuk, dan sarat makna.

Dari dataran tinggi, hutan hijau, hingga desa adat yang lestari, inilah lima destinasi non-pantai yang patut dicoba saat berlibur ke Bali.

1. Kintamani: Secangkir Kopi di Atas Awan

Kabut pagi menggantung pelan di lembah, sementara Gunung Batur menjulang gagah di kejauhan.

Kintamani menawarkan pengalaman menyatu dengan alam pegunungan. Selain panorama yang menenangkan, kawasan ini juga terkenal sebagai penghasil kopi Arabika.

Baca Juga: Menjelajahi Bali dari Gerbang Barat! 5 Wisata Seru Dekat Pelabuhan Gilimanuk yang Wajib Disinggahi untuk Healing

Duduk di salah satu kafe tepi jurang, menyeruput kopi hangat sambil memandangi Danau Batur yang tenang, menjadi momen sederhana namun berkesan.

2. Ubud: Jantung Budaya yang Berdetak Tenang

Jika Bali punya sisi kontemplatif, maka Ubud adalah tempatnya. Suasana pedesaan yang asri berpadu dengan denyut seni yang tak pernah mati.

Di antara hamparan sawah, berdiri galeri seni, sanggar tari, hingga museum yang menyimpan karya maestro.

Ubud bukan hanya tempat untuk melihat, tapi juga merasakan—baik melalui kelas yoga, workshop kerajinan, atau sekadar berjalan kaki di Campuhan Ridge Walk.

Baca Juga: Luna Maya dan Maxime Bouttier Resmi Menikah, Gelar Pernikahan Tertutup Nan Sakral di Bali

3. Air Terjun Sekumpul: Jejak Basah di Pelosok Utara

Perjalanan menuju Air Terjun Sekumpul memang tak mudah. Jalannya menurun tajam, melewati anak tangga curam dan jembatan kecil.

Tapi begitu sampai, semuanya terbayar lunas. Deretan air terjun kembar menghantam bebatuan di bawah, menghasilkan kabut tipis dan suara alam yang syahdu.

Ini bukan tempat ramai selfie, tapi lokasi di mana alam menunjukkan kekuatannya tanpa banyak basa-basi.

Baca Juga: Liburan Hemat dan Praktis di Jogja! Ini 7 Wisata Dekat Stasiun dan Pusat Kota, Cukup Jalan Kaki atau Naik Becak

4. Desa Penglipuran: Simfoni Tradisi dan Ketertiban

Jalanan lurus yang bersih, rumah-rumah seragam berarsitektur Bali, serta suasana tenang tanpa kendaraan bermotor.

Itulah kesan pertama saat memasuki Desa Penglipuran. Di sini, waktu seakan berjalan pelan.

Tradisi dijaga rapat, mulai dari tata ruang desa hingga kebiasaan harian. Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat, tapi juga belajar tentang keteraturan, kesederhanaan, dan hidup harmonis bersama alam.

Baca Juga: Liburan Anti-Mainstream di Pacitan, Pantai Soge Punya Spot Instagramable dan Pemandangan Super Unik!

5. Pura Besakih: Menyapa Langit di Kaki Gunung Agung

Tersembunyi di lereng Gunung Agung, berdiri megah Pura Besakih, kompleks pura terbesar di Bali.

Arsitektur pura berpadu dengan lanskap pegunungan yang dramatis, menjadikan tempat ini bukan hanya sakral, tapi juga fotogenik.

Saat kabut turun, pura tampak seolah melayang di awan. Mengunjunginya tak hanya soal religi, tapi juga meresapi perjalanan spiritual masyarakat Bali sejak berabad-abad lalu.

Bali yang Lain

Bali ternyata bukan hanya pulau pantai. Ia juga pulau hutan, pegunungan, seni, dan spiritualitas.

Menjelajah sisi lain ini menghadirkan pengalaman yang lebih personal, tenang, dan terkadang justru lebih membekas.

Bagi mereka yang ingin mengenal Bali lebih dalam, destinasi di atas bisa menjadi langkah awal yang bermakna.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#wisata bali #rekomendasi wisata Bali #berita kediri hari ini