Tidak hanya belajar tentang ternak lebah madu. Di Desa Bringin, Kecamatan Badas pengunjung juga dapat menikmati wisata sungai. Namanya adalah Kali Etan.
“Sebelum menjadi tempat wisata, hanya berupa barongan (rumpun bambu),” terang Zeni Irfan Ketua Pokdarwis, Pengelola Desa Wisata Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.
Agar lokasi tersebut tidak terlihat suram, pemuda desa dan warga sekitar bergerak untuk melakukan pembersihan. Karena lokasinya dekat dengan sungai, mereka izin Dinas Pengairan dan disetujui.
Tidak hanya memberi ijin, Dinas Pengairan pun membantu pemasangan bronjong.
Suasana di Kali Etan terasa sangat sejuk. Disana banyak sekali pepohonan dan juga bambu tumbuh dengan lebat. Sehingga meski siang hari, akan areanya rindang.
Hembusan angin sepoi-sepoi memberi rasa damai. Tudak hanya itu, jernihnya air sungai menambah suasana hati jadi tenang.
“Ada bangku-bangku yang di taruh di sungai, jadi sambil menikmati makanan bisa bermain air,” terang Zeni.
Ketinggian air di Kali Etan hanya sebatas mata kaki orang dewasa. Sehingga anak-anak aman untuk bermain disana.
Sayangnya jika musim hujan, wisata tersebut tidak akan beroperasi. Meski sungainya kecil, namun saat hujan debit airnya akan naik dan arusnya cukup deras.
Untuk berkunjung di tempat wisata outdoor ini tidak ada tiket masuk. Pengunjung cukup membayar parkir saja. Sepeda motor Rp 2000. Sedangkan untuk mobil Rp 5.000. Tidak heran jika tempat ini ramai pengunjung meski terbilang sederhana.
Konsep wisata kuliner di sana seperti angkringan. Penjual meletakkan dagangannya di atas gerobak. Makanan yang dijual memang terbilang sederhana seperti es teh, mie instan, gado-gado, rujak, sego ampok, hingga aneka gorengan. Soal harga tidak perlu khawatir, karena sangat ramah dikantong.
“Disini juga ada fasilitas seperti toilet, dan kolam renang,” kata Irfan. Kolam renang ini hanya untuk anak-anak saja. Untuk menggunakan fasilitas tersebut, setiap anak hanya membayar Rp 5000.
Tempat wisata ini tidak hanya ramai saat akhir pekan saja. Jika hari-hari bias am , kebanyakan pengunjungnya adalah pelajar baru pulang sekolah, atau pekerja yang sedang istirahat. Sedangkan jika akhir pekan pengunjungnya banyak anak-anak, salah satunya dari Kampung Inggris. Jam bukanya mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. (ara)
Editor : Jauhar Yohanis