KEDIRI, JP Radar Kediri- Jika Anda ke Desa Bakalan, Kecamatan Grogol rugi bila tidak mencicipi kuliner yang sudah melegenda di desa itu. Lokasi kulinernya terletak di Dusun Winongsarikulon. Pemiliknya adalah pasangan suami istri Slamet dan Towiyah. Mereka membuka kuliner pecel ale dan es campur.
“Usaha jualan pecel ale ini sudah lama,” terang Towiyah kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri. Yang membedakan dengan pecel lainnya, Towiyah menggunakan banyak sekali jenis sayuran dan ale. Untuk satu porsi, perempuan berusia 59 tahun memasukan berbagai sayuran. Mulai dari bunga turi putih, kangkung, dan toge. Dia juga mencampurnya dengan ale serta kerupuk gaplek. Baru diatasnya diguyur menggunakan sambal pecel.
“Untuk yang tidak suka ale atau kerupuk gaplek bisa request saat pesan,” imbuhnya.
Meski terlihat sama, ale dan toge ini keduanya berasal dari biji yang berbeda. Dimana ale ini dari biji klampis, sedangkan toge dari biji kacang hijau. Bahkan dari segi rasa juga berbeda.
Selain pecel krupuk, Towiyah juga menjual es bubur. Satu mangkoknya terdapat ketan hitam, mutiara, dawet, kacang hijau, dan agar-agar. Dan disiram menggunakan santan, gula cair dan es batu. Untuk rasa, kuah santannya tidak begitu kental, sehingga tidak membuat enek. Begitu juga dengan gula yang tidak terlalu manis.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian