KEDIRI, JP Radar Kediri– Air Terjun Dolo tidak bisa memanfaatkan long weekend dengan maksimal. Wisata alam yang terletak di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo malah sepi pengunjung.Penurunan jumlah wisatawannya mencapai 50 persen. Pranoto, 42, koordinator wisata Air Terjun Dolo mengatakan, penyebab merosotnya jumlah pengunjung adalah cuaca ekstrem.
Hujan yang terus turun dari pagi hingga malam juga menjadi faktor utamanya. “Tidak ada lonjakan pengunjung sejak jumat sampai hari ini (28/01),” aku Pranoto.
Situasi itu tidak seperti biasanya. Pada saat liburan, pengunjung bisa mencapai 1.000 orang dalam sehari. Sekarang, jumlah kunjungannya maksimal hanya 500 wisatawan dalam sehari. Angka itupun sulit dicapai.
Selain karena kerap dilanda hujan, bencana longsor di beberapa titik juga membuat pengunjung takut untuk berwisata. Kemunculan kafe di sepanjang jalan yang menyuguhkan indahnya pemandangan alam juga turut memengaruhi kunjungan.
Pengunjung banyak beralih menikmati keindahan alam di kafe-kafe pinggir jalan. “Sebelum korona, kafenya masih sepi. Sekarang ramai sekali dikunjungi muda-mudi,” imbuh Pranoto, yang juga warga asli Desa Jugo.
Lebih lanjut, Pranoto menjelaskan, mayoritas pengunjung yang datang berasal dari karesidenan Kediri. Sedangkan yang dari luar daerah Kediri hanya ada beberapa saja saat libur panjang ini.
“Kebanyakan naik sepeda motor. Yang menggunakan mobil hanya beberapa saja,” tandasnya.
Untuk tiket masuk kawasan wisata Air Terjun Dolo tergolong murah. Pada hari libur Rp 10 ribu. Sedangkan hari biasa dikenakan tarif Rp 8 ribu. Adap ntarif parkirnya Rp 3 ribu untuk sepeda motor dan mobil Rp 5 ribu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian