KEDIRI, JP Radar Kediri– Wisata Goa Selomangleng ramai dikunjungi warga dari luar Kota Kediri. Mereka datang dari berbagai daerah untuk menikmati libur panjang Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek.
Seperti Anang Purnomo, wisatawan dari Surabaya itu datang bersama keluarganya ke Goa Selomangleng. Mereka bertandang ke wisata sejarah setelah mampir ke rumah saudaranya di Kota Kediri.
“Saya kesini untuk bernostalgia masa kecil. Dulu sering diajak main ke sini,” ucapnya.
Baca Juga: Penumpang KA di Stasiun Kediri Melonjak Selama Libur Panjang
Keinginan Anang membanggakan Goa Selomangleng kepada keluarganya menjadi pupus. Sebab, tempat wisata sejarah yang berada di jalan Tembus Lebak Tumpang itu tampak tidak terawat. Laki-laki 35 tahun itu mengeluh tentang kebersihan dan minimnya fasilitas.
“Inikan terlihat kotor sekali, apalagi hari libur seperti ini pasti banyak yang berwisata kesini,” keluh Anang pada Senin (27/1). Belum lagi fasilitasnya masih sangat minim.
Baca Juga: Tempat Wisata Bendungan Waruturi di Kediri Sepi Pengunjung, Warga Sebut karena Tiket Masuk Mahal
Anang memberikan masukan, agar wisata ini diberikan pemandu wisata. Apalagi wisata Goa Selomangleng ini kental nilai-nilai sejarah. Bisa dijadikan satu dengan Museum Airlangga yang berada di satu kompleks.
“Anak-anak sekolah pasti banyak yang berwisata kesini jadi selain wisata juga bisa menambah pengetahuan,” harapnya.
Baca Juga: 10 Destinasi Terpopuler di Bogor yang Wajib Kamu Kunjungi
Keluhan pengunjung mendapat respons dari Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Zachrie Ahmad. Pria yang akrab disapa Ayik itu mengatakan, problem masalah kebersihan itu diawali dari adanya rombongan pengunjung yang datang ke Goa Selomangleng menggelar kegiatan pada saat sore hari.
Mereka datang saat wisata tutup dan tidak izin dengan disbudparpora dan petugas di sana. Usai menggelar kegiatan, rombongan itu makan di lokasi wisata tapi sampahnya tidak dibersihkan. Padahal di sana sudah disiapkan tempat sampah.
Baca Juga: Bandara Dhoho Kediri Beroperasi, Usaha Kosan Malah Sepi
“Saya mengimbau kepada wisatawan agar membuang sampah di tempat yang sudah disediakan,” ucapnya.
Ayik yang mengetahui ada banyak sampah di sana meminta petugasnya untuk membersihkan Goa Selomangleng dari sampah. Dia pastikan saat ini sudah tidak ada sampah yang berceceran.
Adapun untuk fasilitas seperti toilet, disbudparpora telah menyiapkan enam toilet. Ada juga yang dibangun dekat dengan Museum Airlangga. Jika masih banyak yang belum tahu tempatnya, kelak akan dibuatkan petunjuk untuk memudahkan pengunjung.
Baca Juga: Satpol Tertibkan PKL dan Parkir di Pedestrian Soehat Kabupaten Kediri
Jika ada fasilitas yang mengalami kerusakan, Ayik mengaku itu terjadi sejak pandemi covid-19. Selama wabah virus korona menyerang, tempat wisata terpaksa ditutup.
Dia berkomitmen untuk menata ulang fasilitas di sana khususnya untuk anak-anak. Untuk saat ini, fasilitas untuk kolam renang anak yang sempat terbengkalai itu kini sudah diperbaiki.
Baca Juga: Pemkot Batasi Area Berbahaya diTepi Brantas Kota Kediri
Untuk diketahui, pengunjung Goa Selomangleng di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto mengalami lonjakan. Pada Senin (27/1), jumlah pengunjung lebih dari 200 orang. Jumlah tersebut sangat tinggi dibanding hari biasa.
Tiket masuk di Goa Selomangleng sangat terjangkau. Anak-anak dikenakan biaya Rp 3 ribu. Sedangkan dewasa dikenakan biaya Rp 5 ribu. Selain itu, untuk parkir sepeda motor Rp 5 ribu dan mobil Rp 8 ribu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian