Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lezatnya Ayam Panggang Bangi di Desa Wonomarto Kabupaten Kediri yang Jadi Jujugan Pengunjung Luar Daerah

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 27 Mei 2024 | 17:28 WIB
TRADISIONAL: Proses pemanggangan ayam Bangi masih menggunakan arang untuk menjaga cita rasa secara turun-temurun.
TRADISIONAL: Proses pemanggangan ayam Bangi masih menggunakan arang untuk menjaga cita rasa secara turun-temurun.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Bagi penyuka makanan pedas, ayam panggang Bangi sangat patut untuk dicoba. Lokasinya berada di Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri. Meski berada di pelosok desa, pengunjungya sampai luar kota.

“Ayam panggang Bangi ini sudah ada sejak tahun 1986,” jelas Siti Ngaisah, menantu dari Almarhum Kasiono pemilik ayam panggang Bangi.

Setelah Kasiono meninggal, kini yang meneruskan usaha tersebut dalah anak, menantu dan cucunya. Meski sudah ditangani oleh generasi kedua namun tidak mengubah cita rasanya.

Ayam bakar Bangi tetap diproses dengan cara tradisional. Bahan-bahan yang dijadikan bumbu juga tidak pernah ada perubahan sama sekali. Bumbu yang digunakan masih pakem. Bahkan saat harga bahan baku seperti cabai, bawang merah mengalami kenaikan, dia tidak kompromi.

“Meski harga cabai naik, tidak pernah ada pengurangan takaran bumbu,” tuturnya.

Tidak heran jika ayam panggang ini bumbunya begitu ountentik. Rasa pedasnya sangat memanjakan lidah para penyuka makanan pedas. Bumbu-bumbu tersebut begitu meresap di dagingnya.

Perempuan 55 tahun ini mengatakan bahwa pihaknya menggunakan ayam kampung yang masih berusia tiga bulan. Ayam yang masih muda sangat berpengaruh pada kelembutan daging. “Ayamnya ini selalu fresh. Disembelih setiap pagi, kita punya alat bubut dan pemotongnya,” kata Siti.

Saat ini pihaknya bisa memotong ayam hingga 150 ekor. Ayam panggang di sana melewati tiga tahap pemasakan. Pertama ayam yang sudah disembelih dan dipasang ke bambu dibakar sebentar. Alasan kenapa dibakar dari pada langsung di rebus, tujuanya agar ayam tidak terlihat pucat.

Setelah dipanggang, tahapan selanjutnya kemudian direbus. Setelah direbus, barulah tahap ketiga. Yaitu pemberian bumbu ke ayam dan membakarnya. Agar bumbu meresap, ayam tersebut dimasukan langsung ke dalam wadah berisikan bumbu. Dengan begitu bumbu akan meresap dengan sempurna.

Pembakaran di sana masih menggunakan arang. Tujuannya untuk agar cita rasanya tidak berubah. Karena jika dipanggang menggunakan arang, akan tercipta aroma smoky yang pas.

Menu ini akan disajikan bersama nasi, toge, dan sayur kangkung sebagai pelengkap. Meski terlihat sederhana, ayam panggang ini selalu ramai oleh pengunjung. Pengunjungnya bahkan hingga dari luar kota.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jalan dhoho #kediri #kuliner #ayam #ayam panggang #makanan