KEDIRI, JP Radar Kediri - Kabupaten Kediri memiliki banyak sekali taman terbuka hijau. Yang paling ikonik adalah Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Monumen yang menyerupai Arc De Trimpe di Paris ini lokasinya berada Kecamatan Ngasem. Dibangun 2008, tempat wisata tersebut seolah tidak pernah sepi pengunjung. Terutama saat long weekend seperti saat ini.
“Sejak Kamis (9/5) pengunjungnya mulai ramai,” ujar Suryono salah satu petugas parkir. Keramaian itu dapat dilihat dari jumlah kendaraan yang parkir. Angkanya mencapai ratusan unit dalam sehari. Menariknya, pengunjung yang datang semakin banyak saat malam hari.
“Akhir pekan pasti banyak pengunjung, apalagi sedang banyak acara,” imbuhnya. Pengunjung yang menikmati monumen SLG ini beragam. Mereka lintas daerah. Bahkan dari sisi usia, yang datang mulai dari anak muda hingga orang dewasa.
Salah satu tujuan mereka bertamasya di SLG adalah berswafoto dengan latar monumen yang mirip dengan Arc De Trimpe di Paris. Serta berpose di tagline baru Kediri Berbudaya.
“Kalau ke sini (SLG, Red) nggak foto dengan latar belakang monumen ini rasanya tidak lengkap,” ucap Tamara, salah satu pengunjung asal Kabupaten Tulungagung.
Perempuan berusia 30 tahun ini berkunjung bersama temannya dari Kabupaten Kediri. Selain keindahan pemandangan untuk swafoto, yang membuat pengunjung ramai berdatangan ke lokasi karena murah. Hanya dengan membayar karcis Rp 5 ribu, sudah bisa menikmati semua pemandangan yang ada di sana.
Selain gratis masuk, jajanan yang tersedia di kawasan SLG terbilang murah. Seperti telur gulung, pentol, dan lumpia basah harganya cukup dengan Rp 5 ribu. Sementara untuk makanan berat di setiap lapak wajib menyediakan harga. Sehingga para pengunjung tidak perlu merasa khawatir dengan harga makanan.
DLH Siapkan Wisata Edukasi untuk Desa.
Selain monumen SLG, taman terbuka hijau lain yang menyuguhkan kesejukan mata adalah Taman Purwoasri. Lokasinya berada di Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Lokasi taman tersebut berada di depan kantor Uji Kir Kabupaten Kediri.
Berkonsep taman lalu lintas, di sana terdapat spot foto yang menarik. Ada berbagai miniatur, mulai dari Monas, Tugu Jogja, Candi Borbudur, dan jam gadang. “Taman ini untuk edukasi,” jelas Yoko Handry Prasodjo, Sekretaris Desa Mranggen, Kecamatan Ngadiluwih. Taman ini dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH), rencananya nanti akan dikelola desa.
Karena spotnya berada di tepi jalan raya, taman tersebut ramai dikunjungi saat pagi atau sore hari. Pengunjungnya kebanyakan adalah anak kecil. Sebab selain miniatur ikon dari kota-kota besar, taman tersebut menyediakan beberapa jenis playground.
Adapun taman lainnya yang disediakan untuk pengunjung adalah Taman Ubalan. Tempat wisata ini berada di Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Namanya adalah Ubalan Taman Wisata Air Keluarga.
Baca Juga: Melihat Kondisi Wisata Ubalan Kediri yang Empat Tahun Tak Beroperasi
Sesuai namanya taman ini menyasar keluarga yang ingin menikmati liburan sambil menikmati suasana alam yang sejuk. Lokasinya berdekatan dengan wisata Sumber Ubalan yang lama. Meski sekarang masih tahap pengembangan, namun masyarakat sudah banyak yang berkunjung.
“Masuk ke tempat lokasi masih gratis,” ujar Lutfi salah satu pengunjung asal Desa Kranggan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Di musim kemarau seperti saat ini, aliran air yang ada di dalam taman hanya setinggi mata kaki orang dewasa. Tidak heran jika banyak anak-anak berenang disana. “Airnya bebas dari limbah persawahan, jadi aman buat berenang,” ujar Lutfi.
Siang itu laki-laki berusia 56 tahun itu mengajak istri, anak dan cucunya. Untuk berangkat kesana, mereka mengendarai sepeda motor. Dengan ceria, mereka terlihat bermain air.
Untuk diketahui, air yang mengalir di sungai tersebut berasal dari Sumber Mata Air Ubalan yang jaraknya sekitar 650 meter. Aliran airnya selain jernih, namun juga lumayan deras. “Sayang belum dibuka resmi jadi tempat wisata, padahal bagus,” ucap Umar, 25, warga Desa Kalipang, Kecamatan Tarokan. Dari pengamatan yang dilakukan, Ubalan Taman Wisata Air dan keluarga ini masih menyambung dengan Wisata Sumber Air Ubalan yang lama. Banyak pengunjung yang ingin segera taman tersebut di komersilkan dengan ditambah beberapa fasilitas.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah