Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mencicipi Olahan Aneka Pecel Khas Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 30 Januari 2023 | 16:59 WIB
GOYANG LIDAH: Pecel kerupuk dan es dawet Bu Asih memiliki ciri khas yang membuat pembeli ingin datang lagi. (Foto: Habibah A. Muktiara)
GOYANG LIDAH: Pecel kerupuk dan es dawet Bu Asih memiliki ciri khas yang membuat pembeli ingin datang lagi. (Foto: Habibah A. Muktiara)
Di Kabupaten Kediri banyak olahan pecel patut dicicipi. Salah satunya berada kerupuk pecel dan es dawet Bu Sri. Untuk menikmati hidangan satu ini, kalian dapat pergi ke Desa Menang, Kecamatan Pagu. Lokasinya tidak jauh dari Tirta Kamandanu, petilasan Jayabaya.

Berada di antara rumah pedesaan, lokasi tempat makanan ini sangat sederhana. Masih bergaya rumah pedesaan zaman dahulu. Meski begitu, untuk rasa makanan tidak ada duanya.

Biasanya bila kita mendengar nama pecel, ingatan kita akan tertuju pada sepiring nasi dengan pecel sebagai lauknya di atasnya. Namun kali ini berbeda, sesuai dengan namanya kerupuk pecel yang satu piringnya terdapat kerupuk dengan sayur diatasnya dan disiram dengan bumbu kacang yang diberi nama pecel.

Photo
Photo
Kaya Paduan
Rasa" width="300" height="200" />
(Foto: Habibah A. Muktiara)

“Sayurannya ada macam-macam, ada kenikir, bunga turi, dan kecambah,” ujar Atik Nurul Hasanah, salah satu pengunjung. Perempuan berusia 37 tahun ini mengatakan bahwa perpaduan sayur, kerupuk, dan sambal kacangnya cukup membuat lidah bergoyang.

Yang membedakan dari kerupuk pecel pada umumnya, terdapat pada bumbu kacangnya. Di mana bumbunya begitu kental, namun tidak membuat eneg. Karena masih terdapat paduan rasa lainya, gurih, pedas, asin, dan manisnya.

“Porsi banyak namun harganya murah,” imbuhnya.

Untuk sepiring pecel sayur dan kerupuk kita cukup mengeluarkan uang Rp7000 saja, dan sebagai minuman tersedia es dawet yang segar. Untuk semangkuk es ini kita cukup membayar Rp 3.500.

Biasanya camilan lain yang disuguhkan adalah tahu goreng, ote-ote yang tentu dengan ukuran “jumbo”, sehingga tanpa pakai nasi pun kita pulang sudah cukup kenyang.

Warung yang didirikan oleh Bu Sunarsih ini cukup terkenal sejak tahun 1977-an , orang biasanya menyebut warung pecel Bek Kasih yang berada di Desa Menang, Kecamatan Pagu atau tepatnya berada 100 meter di sebelah barat Pamuksan Sri Aji Joyoboyo.

Konon, menurut cerita pecel tanpa nasi ini dulunya untuk melayani peziarah Sri Aji Jayabaya, yang saat itu banyak yang “ngrowot” atau boleh makan apa saja, selain nasi, sehingga sampai sekarang terkenal dengan pecel kerupuk saja.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kuliner daerah kediri #wisata kuliner #kuliner kediri #Pecel Kediri #wisata kuliner kediri