JP Radar Kediri– Sebanyak 200 lapak UMKM sukses menyulap lapangan Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare menjadi destinasi baru warga setempat.
Sejak awal Ramadan, lokasi tersebut menjadi tempat favorit siswa Kampung Inggris berburu takjil.
Wahyu, salah satu pedagang Takoyaki asal Pare mengaku, pemasukannya selama Ramadan menjadi bertambah. “Berkah Ramadan,” katanya.
Wahyu yang biasanya hanya mengantongi omzet r Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per hari, kini dapat meraup omzet dua kali lipat.
"Selama Ramadan ini pengunjung lebih ramai dibanding hari biasa. Omzet sekarang bisa dapat Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu per hari," ungkap Wahyu.
Sebelum ditempatkan di lapangan, para pedagang ini awalnya berjualan takjil di tepi jalan. Namun karena kerap memicu kemacetan, akhirnya dipindahkan ke lapangan sejak 2023 lalu.
Yusuf, Koordinator UMKM menjelaskan, pemindahan tersebut dilakukan agar lebih tertata. Meski menjadi destinasi favorit warga Pare dan sekitarnya, ia mengakui adanya penurunan jumlah pengunjung pada Ramadan tahun ini.
Hal itu disebabkan munculnya titik keramaian baru di sekitar Masjid An-Nur yang juga membuka sentra takjil.
"Jam operasional kami tetap sama, mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Pengunjung memang sedikit naik turun karena ada pilihan tempat lain (Masjid An-Nur), tapi anak kursusan masih ramai ke sini," pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita