JP Radar Kediri - Kemandirian pangan kini mulai tumbuh dari tangan kreatif para ibu-ibu di Desa Wonoasri.
Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT), mereka sukses mengelola budidaya lele dan tanaman greenhouse yang produktif.
Kegiatan ini sudah berjalan sejak tahun 2020. Awalnya dibentuk untuk memberdayakan para wanita di desa setempat.
Namun seiring berjalannya waktu, kegiatan itu bisa menjadi penopang ekonomi.
Berbeda dengan peternak pada umumnya yang menjual ikan dalam kondisi hidup. KWT Desa Wonoasri memilih memberikan nilai tambah dengan mengolahnya menjadi masakan matang.
“Lele tidak dijual mentah atau hidup, melainkan diolah terlebih dahulu menjadi berbagai menu masakan. Mulai dari pepes, lele goreng, hingga bumbu bali,” ungkap Pj Sekdes Wonoasri Riza Danial.
Upaya ini efektif yaitu setiap pagi, hidangan itu dijajakan di pinggir jalan desa dan selalu ludes diserbu warga.
Tingginya antusiasme pembeli bahkan seringkali membuat stok lele dari kolam sendiri tidak mencukupi. Sehingga ibu-ibu KWT harus mendatangkan pasokan tambahan dari peternak lain.
Tidak jauh dari lokasi kolam, terdapat greenhouse berukuran 8x8 meter yang menjadi digunakan untuk produksi sayur-mayur.
Berbagai jenis sayuran seperti sawi, sereh, hingga pakcoy ditanam di sana. Agar pengelolaan maksimal dilakukan piket rutin.
“Ada jadwal piketnya bagi ibu-ibu. Mereka bertugas menjaga kebersihan, memberi makan ikan hingga menyiram sayuran di greenhouse secara bergantian,” lanjut Riza.
Diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat memberdayakan ibu-ibu desa serta kolaborasi warga dapat menciptakan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi dari lingkup kecil.
Editor : Andhika Attar Anindita