Desa Sendang punya cara unik untuk merayakan bulan kemerdekaan. Setiap Agustus, desa yang dikenal sebagai sentra tahu ini selalu menggelar Festival Tahu.
Yaitu sebuah agenda rutin yang menjadi ajang syukuran. Sekaligus media promosi bagi para pelaku UMKM setempat.
Festival tersebut sudah berjalan sejak tahun 2018 dan terus mendapat antusiasme tinggi. Baik dari warga sekitar maupun pengunjung dari luar daerah. Selain itu, festival tahu juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan kabupaten.
“Festival tahu ini bukan hanya perayaan, tapi juga bentuk rasa syukur sekaligus promosi bahwa Sendang adalah sentra tahu,” ucap Kepala Desa Sendang Ahmad Suhadi.
Saat ini, ada 76 pelaku UMKM tahu dan tempe di Desa Sendang. Semuanya sudah memiliki legalitas usaha dan sertifikasi halal.
Pemerintah desa bersama kabupaten turut memberikan bantuan modal usaha, bahan baku, hingga memfasilitasi perizinan.
Dukungan ini membuat para pelaku UMKM semakin mantap mengembangkan usaha sekaligus menjaga kualitas produk.
“Setiap tahunnya ribuan tahu diproduksi di desa ini. Dari tahu kuning hingga tahu putih, bahkan aneka olahan kedelai lain. Dengan adanya festival, produk mereka makin dikenal luas,” tambah Suhadi.
Salah satu yang selalu ditunggu adalah tumpeng tahu raksasa. Tumpeng tersebut dibuat dari sekitar 7 ribu tahu.
Baik tahu goreng maupun tahu putih matang yang kemudian dibungkus plastik. Lalu disusun menyerupai tumpeng besar.
Warga dan pengunjung biasanya ramai mengabadikan momen ini. Sebelum tahu dibagikan secara simbolis.
Selain tumpeng, festival juga dimeriahkan dengan bazar yang digelar sepanjang jalan utama Desa Sendang.
Aneka olahan tahu dan produk UMKM lain dijajakan. Mulai dari camilan ringan hingga makanan siap saji.
Pengunjung festival datang dari berbagai daerah. Bahkan ada yang berasal dari luar provinsi. Namun, mayoritas tetap warga lokal yang ikut meramaikan suasana.
Bagi pelaku UMKM, festival ini menjadi ajang penting untuk memperluas pasar. Sekaligus mempererat kebersamaan.
“Banyak pengunjung yang penasaran dengan tahu Sendang karena memang berbeda cita rasa. Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa tahu tidak hanya sekadar makanan, tapi juga identitas dan kebanggaan desa,” pungkas Suhadi.
Editor : Andhika Attar Anindita