Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

SPBU Tutup saat Aksi, Pom Mini di Kediri Ini Banjir Peminat

Zeyra Putri Widhianingtyas • Selasa, 2 September 2025 | 01:15 WIB

MEMBLUDAK: Pemilik pom mini di Jongbiru Kediri mengisi BBM untuk konsumennya.
MEMBLUDAK: Pemilik pom mini di Jongbiru Kediri mengisi BBM untuk konsumennya.
KEDIRI, JP Radar Kediri– Aksi demonstrasi yang berujung chaos di Kediri pada Sabtu (30/8) membuat para pengusaha menutup usahanya lebih awal. Tidak hanya minimarket, mal, dan restoran tapi juga SPBU. Penutpupan pelayanan pengisian bahan bakar minyak itu disebabkan karena ada kekhawatiran chaos untuk menghindari penjarahan massa.

Situasi itu menjadi berkah bagi toko kelontong yang buka 24 jam. Toko yang akrab dengan sebutan “Warung Madura” tetap memberikan pelayanan kepada warga meskipun kericuhan menyasar di sekitar lapak mereka.

Yang paling banyak dicari pada saat malam mencekam itu adalah bahan bakar minyak (BBM). Misalnya, BBM milik Rosid, penjual Warung Madura di Jalan Jayabaya Kota Kediri. Dia mengaku stok pertalite sebanyak 50 liter miliknya langsung luder dalam semalam.
“Kemarin Sabtu (30/8), banyak banget yang beli bensin karena pom bensin tutup semua,” jelasnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Senin, (1/9).

Dia menambahkan, biasanya dalam sehari, omzet dari BBM yang dia jual hanya berkisar Rp 200 ribu saja. Namun pada Sabtu (30/8), lalu dia malah kebanjiran cuan. Ia bisa mengantongi uang sampai Rp 600 ribu.
Adapun Fatimah Azzahra, pelaku usaha warung madura di Jalan Jongbiru, Kota Kediri juga merasakan hal yang sama. Buka lapak di samping pos polisi yang menjadi sasaran massa, ia tetap buka lapak. Bahan bakar minyak miliknya juga ludes diburu warga.

“Habis semua, saya sampai nolak pembeli bensin sepuluh kali lebih” ujarnya. Malam itu, yang membeli bensin di warungnya tidak hanya sepeda motor, tapi juga kendaraan roda empat. Bahkan jumlahnya cukup banyak.
“Omzet bensin saat malam kericuhan itu mencapai Rp 700 ribu, biasanya hanya Rp 300 ribu saja” terangnya.

Untuk pembelian bensin, jumlah yang paling besar sebanyak RP 50 ribu. Fatimah menambahkan, penjualan tersebut menjadi rekor pembelian dengan nominal paling banyak. “Biasanya gak ada yang beli di atas Rp 20 ribu kalau di pom mini," tandasnya.
Situasi kericuhan yang mencekam yang terjadi di Kediri membuat panik sebagian masyarakat. SPBU yang berhenti beroperasi membuat warga pontang-panting mencari bahan bakar kendaraan bermotor. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #pom mini #bbm #minimarket #spbu