KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Baye berencana mendirikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang akan berfokus pada sektor pertanian dan peternakan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Baye Hadi Purwanto. Rencana pendirian Bumdes sedang dalam tahap musyawarah desa sampai akhir Agustus nanti.
Pendirian Bumdes ini didasari oleh kondisi demografi Desa Baye. Pasalnya sebagian besar warganya bekerja sebagai petani dan peternak.
Adanya Bumdes diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui program yang terstruktur dan terkelola dengan baik.
“Di sini kebanyakan penduduknya tani dan peternak, jadi kita fokuskan ke sana” ungkap Hadi.
Bumdes akan menyewa lahan dari kas desa untuk dijadikan area ketahanan pangan.
Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan di desa dan meningkatkan produktivitas hasil panen.
Di sektor peternakan, Bumdes akan menjalankan program penggemukan. Yaitu pemeliharaan sapi dan kambing.
Anggota program ini akan melibatkan seluruh warga desa yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
“Ada potensi budidaya kolam, masih sedikit sekarang nanti kalau bisa dikelola Bumdes harapannya semakin banyak,” ujarnya.
Selain ternak sapi dan kambing, Bumdes juga akan mengembangkan sektor perikanan. Hadi mengatakan nantinya pemilik kolam mandiri di desa akan dikumpulkan, dibina, dan didanai oleh desa. Hasil dari program ini nantinya akan dibagi bersama.
Jenis ikan yang akan dibudidayakan adalah ikan nila dan lele, dengan fokus pada pembesaran atau konsumsi. Karena kondisi air di desa tidak cocok untuk pembibitan
“Di sini kalau untuk pembibitan ikan, airnya kurang cocok jadi kita fokus ke pembesaran,” ucap Hadi. Untuk sementara, kantor Bumdes akan menempati gedung di samping balai desa.
Hadi mengatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah alokasi dana untuk program. Bukan untuk pembangunan kantor fisik.
“Rencananya kami mau pakai gedung di samping balai desa dulu. Pendanaan kita fokuskan pada pembuatan program. Kantornya nanti dulu,” jelasnya.
Selain itu, Pemdes Baye juga tengah melakukan pembangunan infrastruktur jalan. Pembangunan ini ditujukan untuk mempermudah akses kendaraan ke lahan sawah warga. Terutama saat musim panen.
“Agar waktu panen kendaraan bisa mudah keluar masuk, harga tanahnya juga akan naik jika jalannya bagus,” tutupnya.
Editor : Andhika Attar Anindita