Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Keripik Jagung Buatan Warga Desa Gayam Gurah Kediri Ini Kerap Jadi Suvenir ke Luar Negeri

Habibah Anisa M. • Jumat, 30 Mei 2025 | 06:13 WIB
KREATIF: Yulianti sedang menunjukkan keripik jagung buatannya di Desa Gayam, Kecamatan Gurah.   Melihat Potensi UMKM di Desa Gayam, Kecamatan Gurah // Keripik Jagung Buatannya
KREATIF: Yulianti sedang menunjukkan keripik jagung buatannya di Desa Gayam, Kecamatan Gurah. Melihat Potensi UMKM di Desa Gayam, Kecamatan Gurah // Keripik Jagung Buatannya

KEDIRI, JP Radar Kediri- Di tangan Yulianti, jagung tua dapat diolah menjadi jajanan yang memiliki cita rasa lezat.

Perempuan asal Desa Gayam ini menjadikannya bahan baku membuat keripik. Berjalan selama lima tahun, penjualannya tembus hingga Hongkong.

Awalnya Yulianti bersama dengan adiknya ingin membuat tortilla. Dia berbekal video tutorial di YouTube. Rupanya, makanan asal Mexico itu terbuat dari jagung segar.

“Kemudian kepikiran bagaimana jika menggunakan jagung tua,” cerita perempuan yang kerap dipanggil Yuli itu.

Mereka sampai harus melakukan beberapa kali percobaan. Salah satu tantangannya adalah adonan yang terlalu lembek. Karena terlalu lembek jadi susah untuk digiling.

Namun, Yuli terus mencoba. Hingga akhirnya tercipta formula yang digunakan hingga saat ini. “Beberapa kali percobaan juga sempat gagal,” akunya.

Pembuatan keripik jagung ini masih dilakukan secara manual. Jagung tua tersebut harus dicuci bersih lalu digiling. “Proses penggilingan ini dilakukan dua kali,” ungkap Yuli.

Sekali proses penggilingan bisa mencapai 10 kilogram. Karena tenaga terbatas, setiap harinya dia hanya membuat satu kilogram adonan.

Jika ditotal, bisa membutuhkan waktu tiga hari hingga proses pengemasan. “Selain dijual di warung dan toko-toko, pembuatan ketika ada pesanan,” kata Yuli.

Uniknya, produk buatannya tersebut jadi langganan tenaga migran Indonesia yang bekerja di Hongkong.

Mereka kerap membawa keripiknya sebagai oleh-oleh. Bahkan, terkadang sengaja memesan langsung untuk dikirim ke luar negeri.

Jamoe Koe butan Yulianti.
Jamoe Koe butan Yulianti.

Produksi Ratusan Botol Jamu Segar dalam Seminggu

Tidak hanya fokus pada pembuatan keripik jagung. Yulianti juga memproduksi olahan minuman jamu. Produknya diberi nama Jamoe Koe.

Produk ini sempat dipasarkan di stan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri saat Festival Kuno Kini. “Usaha jamu ini sudah saya rintis sejak tahun 2020,” terang Yuli.

Jamu buatannya memiliki enam macam varian. Mulai dari beras kencur, kunir asem, kunir luntas, kunci suruh, temulawak, dan gepyokan. “Terkadang juga ada yang pesan jamu manjakani,” ungkapnya.

Dalam satu minggu, perempuan 47 tahun ini bisa memproduksi sebanyak tiga kali. Sekali produksi dia bisa membuat 60 botol jamu ukuran 500 mililiter. “Jadi setiap jenis ini sepuluh botol,” ungkap Yuli.

Yuli mengatakan bahwa jamu buatannya adalah jamu segar. Bahanya tidak melewati proses perebusan.

Hal ini yang membuat pelanggan suka jamu buatannya. Sebab kesegarannya sangat terasa. “Kata orang-orang jamu saya rasanya beda dengan jamu yang dijual keliling,” imbuhnya.

Dari kelima varian jamu buatannya, yang paling banyak disukai adalah kunir asam. Kunir asam buatannya ini beda dengan kunir asam yang lain.

Karena tidak menggunakan bahan pengawet, hanya tahan satu hari. Namun jika di kulkas bisa dua hari. “Harganya mulai Rp 5 ribu,” tandasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#keripik #kediri #desa gayam #gurah