Berawal dari usaha jajan basah sejak lulus sekolah menengah pertama (SMP). Kini Krisnawati mengembangkan usahanya menjadi jasa catering.
Perempuan asal Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri kini juga melayani pesanan nasi kotak dan tumpeng.
Menurut perempuan yang biasa dipangil wati tersebut, kalau lagi rame, sehari bisa memperoleh pendapatan Rp. 5 juta.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Wati bercerita bahwa setelah lulus SMP pada tahun 1999 ia membantu usaha keluarganya yang memiliki usaha warung. Lokasi usaha tersebut berada di Pasar Pesantren, Kota Kediri.
Warung tersebut menjual beraneka jajanan basah. Setelah bertahun-tahun berjualan kue basah, perempuan yang kini berusia 41 tahun ini kemudian membuka usaha katering sendiri. Namanya adalah Rizky Ketering.
Tidak hanya menerima jajanan basah, namun mulai dikembangkan menerima pesanan nasi kotak, snack box, hingga tumpeng.
"Awalnya karena pesanan masih sedikit pengerjaan masih dilakukan sendiri," ungkap Wati. Pemesannya pun sebatas tetangga. Sekarang pelanggan Wati sudah merambah luar Pesantren.
Saat sedang banyak pesanan, Wati dibantu oleh empat orang pegawai. Semua masih saudara. Setiap hari selalu ada pesanan, baik kue basah, nasi kotak hingga tumpeng.
Pada waktu puasa kemarin, dalam satu bulan ibu dari tiga anak ini membuat ratusan kotak nasi.
Baik snack boks dan nasi kotak di tempat Wati tergolong ramah dikantong. Untuk snack boks ada yang harganya Rp 10 ribu, isinya empat macam. Contoh isiannya risol mayo, lemper, roti, dan kletikan atau jajanan kering.
Sedangkan untuk nasi kotak harga mulai Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu.
Editor : Jauhar Yohanis