JP Radar Kediri – Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic resmi meluncurkan model AI terbarunya, Claude Fable 5.1 dan Claude Mythos 5.1, pada Selasa (1/9/2026). Hanya berselang sehari sejak diumumkan, model ini sudah diadopsi secara luas oleh berbagai platform pengembang dan komunitas AI, menandakan sambutan pasar yang jauh lebih cepat dibanding versi pendahulunya.
Anthropic menyebut kedua model tersebut sebagai "model paling canggih di dunia untuk pekerjaan coding dan knowledge work", sekaligus mengeklaim kemampuan risetnya memberi gambaran awal bagaimana model AI dapat berkontribusi pada kemajuan sains ke depan.
Fable 5.1 dan Mythos 5.1, Model Sama dengan Level Pengamanan Berbeda
Berdasarkan penjelasan resmi Anthropic, Fable 5.1 dan Mythos 5.1 sejatinya merupakan model yang identik, namun dengan tingkat pengamanan (safeguard) yang berbeda. Fable 5.1 tersedia secara umum bagi pengguna Pro, Max, Team, dan Enterprise, sementara Mythos 5.1 hanya dapat diakses lewat program akses tepercaya (trusted access programs), dengan pengamanan khusus yang dirancang untuk mendukung riset di bidang keamanan siber dan ilmu hayati.
Dari sisi performa, Fable 5.1 mencatatkan lonjakan signifikan dibanding Fable 5. Pada uji Terminal-Bench-Science 0.1, yang mengevaluasi kemampuan riset ilmiah berbasis agen, Fable 5.1 mencetak skor 52,6 persen lebih dari dua kali lipat capaian Fable 5 yang hanya 24,7 persen. Model ini turut memimpin CursorBench 3.2 dengan skor 73,4 persen untuk kemampuan agentic coding, khususnya dalam memverifikasi hasil kerjanya sendiri pada tugas-tugas kompleks.
Biaya Cache Read Turun 75 Persen, Beban Kerja Bisa Hemat hingga 45 Persen
Salah satu perubahan signifikan dari Fable 5.1 adalah penurunan biaya pembacaan cache (cache read) hingga 75 persen dibanding Fable 5, dari sebelumnya USD1 per juta token menjadi USD0,25 per juta token. Penurunan ini diperkirakan memangkas biaya beban kerja standar sekitar 25 persen, dan bisa mencapai hingga 45 persen untuk beban kerja bersifat agentic yang intensif, dengan harga dasar model yang tetap sama seperti sebelumnya.
Salah satu contoh kemampuan Fable 5.1 yang disorot dalam pengujian oleh perusahaan investasi Millennium adalah keberhasilannya menemukan penyebab crash langka pada sistem internal mereka persoalan yang selama bertahun-tahun gagal dijelaskan oleh para insinyur mereka sendiri, maupun model AI lain yang pernah dicoba sebelumnya.
Kecepatan adopsi Fable 5.1 terlihat jelas dari respons cepat berbagai platform pengembang. OpenRouter langsung menyediakan model tersebut segera setelah peluncuran, dengan menampilkan context window hingga 1 juta token dan output maksimal 128 ribu token. CEO Vercel, Guillermo Rauch, turut memasukkan model ini ke dalam AI Gateway milik Vercel. Sementara itu, cofounder Nous Research, Teknium, meluncurkan akses ke model tersebut lewat Hermes Agent dengan diskon 20 persen dari harga API standar.
Baca Juga: Mau Jadi Developer? Kenali Dulu Peran Front-End, Back-End, dan Full Stack!
Diuji Langsung Bikin Game hingga Rancang Rumah dari Foto
Media teknologi The Neuron menguji langsung kemampuan Fable 5.1 secara live streaming, mulai dari coding, penggunaan komputer otomatis (computer use), hingga pembuatan game sederhana. Salah satu demo yang menarik perhatian adalah kemampuan model merancang desain rumah hanya bermodalkan foto sebidang tanah kosong, kemudian me-render hasilnya lewat perangkat lunak Blender hingga menghasilkan walkthrough sinematik lengkap. "Kejutannya adalah betapa cepat pertanyaan berubah dari 'Bisakah dia melakukan ini?' menjadi 'Seberapa banyak penilaian yang harus kita izinkan dia ambil tanpa bertanya lebih dulu kepada kita?'" tulis laporan The Neuron.
Keamanan Siber Diperketat, Klaim 60 Persen Lebih Sedikit False Positive
Dari sisi keamanan, Anthropic mengeklaim pengguna Claude Code kini akan mengalami sekitar 60 persen lebih sedikit kesalahan deteksi (false positive) terkait keamanan siber dibanding versi sebelumnya. Fable 5.1 kini dapat digunakan untuk menemukan kerentanan perangkat lunak, namun tetap dibatasi agar tidak dapat mengembangkan eksploit dari temuan tersebut. Model ini juga dilengkapi watermark tak kasatmata pada teks yang dihasilkan, dengan Anthropic tengah menguji coba API pendeteksi watermark tersebut secara terbatas.
Sempat Bocor Sebelum Diumumkan Resmi
Menariknya, tanda-tanda kehadiran Fable 5.1 sebenarnya sudah tercium sebelum pengumuman resmi Anthropic. Sejumlah pengguna sempat melaporkan adanya pembaruan batas pengetahuan (knowledge cutoff) di bawah label Fable 5, serta kemunculan string model baru di rilis terbaru Claude Code dan repositori GitHub, beberapa hari sebelum peluncuran resmi diumumkan.
Peluncuran Fable 5.1 ini disebut sebagai respons langsung terhadap kendala yang dihadapi Fable 5 sebelumnya. Sebulan usai peluncurannya pada Juni 2026, Fable 5 sebagai model paling pintar yang pernah dirilis Anthropic ternyata hanya mewakili 6 persen dari total token Anthropic yang dibeli perusahaan-perusahaan, berdasarkan data AI Index milik Ramp. Model tersebut dinilai sangat bertenaga namun mahal, dan lapisan keamanan barunya kerap mengganggu pekerjaan sah di bidang biologi, keamanan siber, dan riset AI persoalan yang kini coba dijawab lewat versi 5.1.
Editor : Shinta Nurma Ababil