AKHIR Januari 2025 menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, teman, atau jalan-jalan ke tempat wisata ke luar daerah. Ada libur panjang memperingati dua hari besar. Yakni tahun baru Imlek dan Isra Miraj.
Imlek jatuh pada Senin (27/1) sedangkan Isra Miraj (29/1). Hari kejepit di antara dua tanggal merah itu adalah waktu cuti bersama. Liburnya menjadi long weekend karena jatuhnya hari Senin. Liburnya mulai Sabtu hingga Rabu.
Tidak heran jika mulai Jumat (23/1) sore, jalan raya nasional ramai dipadati mobil pribadi. Termasuk terminal dan stasiun. Bahkan di jalan nasional yang rawan kemacetan terpaksa dialihkan.
Untuk mengantisipasi mengularnya kendaraan di jalan raya, polisi siagakan tim pengurai. Di Kediri, akses yang sempat ditutup berada di perempatan Papar. Kendaraan yang hendak ke arah Solo dialihkan menuju ke arah Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk. Sedangkan yang hendak ke Surabaya diarahkan ke simpang empat Plemahan, Kabupaten Kediri.
Tujuan pengalihan kendaraan itu agar tidak terjadi kemacetan di pertigaan Mengkreng. Titik ini menjadi langganan macet saat terjadi peningkatan volume kendaraan di jalan raya. Problem utamanya adalah saat perlintasan kereta api ditutup. Terjadi penumpukan kendaraan sehingga menyebabkan kendaraan mengular mulai dari arah Kediri, Nganjuk, dan Jombang.
Untuk mengurai kemacetan tiga polres gabungan dari Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk disiagakan di lokasi tersebut. Hingga saat ini, akses jalan yang menjadi langganan macet dari tahun ke tahun ini tidak pernah ada solusinya selain pengalihan arus agar tidak melewati Mengkreng.
Jika ada keinginan untuk mengatasi macet di sana perlu ada terobosan yang berani. Salah satunya adalah membuat jalan layang. Sehingga lalu linta kendaraan tidak akan mengganggu perjalan KA. Biasanya jumlah perjalanan KA selalu ditambah saat libur panjang seperti sekarang. Penambahan itu karena adanya peningkatan jumlah pemesanan.
Kemudian, waktu liburan yang lama ini juga ikut mendongkrak kunjungan wisatawan di tempat wisata. Di Kota Kediri misalnya, wisata Goa Selomangleng yang selama ini sepi menjadi padat pengunjung.
Dalam sehari ada ratusan orang yang berwisata di Goa Selomangleng. Di hari biasa pengunjungnya sulit mencapai 100 orang. Libur panjang seperti ini harusnya bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk menggenjot pendapatan daerah. Misalnya menyajikan seni pertunjukan atau kegiatan lain yang ada kaitannya dengan Goa Selomangleng yang lekat dengan wisata sejarah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian