JP Radar Kediri – Suasana latihan atlet panjat tebing terasa berbeda pada Kamis (16/11). Atlet muda tampak sumringah.
Jarang-jarang, latihan yang rutin berlangsung di GOR Jayabaya itu kedatangan tamu spesial.
Tak lain adalah Putra Tri Ramadani. Sang atlet senior yang sukses mencatatkan sejarah baru di dunia panjat tebing Indonesia.
Sore di GOR Jayabaya itu, Sondreng-julukan Putra Tri Ramadani tampak mengunjungi tempat latihan atlet panjat tebing Kota Kediri.
Bukan sekadar berkunjung. Dia juga memanjat di depan para atlet. Momen ini terbilang langka. Sebab, hari-harinya dihabiskan untuk pemusatan latihan nasional (pelatnas).
“Niatnya hari ini memang mau ke sini mau ngeliat adek-adek manjat,” kata Srondeng.
Melihat langsung tempat latihannya dulu, Srondeng juga menyentil terkait sarana latihan atlet.
Yang mana, kondisinya memang terbilang tak layak. Bahkan tergolong bahaya untuk para atlet.
“Sarananya kurang bagus menurut saya dan bahaya juga karena soalnya rawan point jatuh (pijakan atau pegangan untuk panjatan, Red),” keluh Srondeng.
Karenanya, dia sangat berharap ada perhatian dari pemerintah. Menurutnya, hal itu sangat penting untuk keselamatan atlet.
Pun para atlet kian termotivasi untuk menjalani latihan. Sementara, untuk para atlet, dia berharap para juniornya terus semangat berlatih.
“Pesan saya tentunya semangat terus latihannya, jangan pantang menyerah, semoga di kejuaraan-kejuaraan berikutnya bisa memberikan hasil yang maksimal,” pesan Srondeng.
Diketahui sebelumnya, Putra Tri Ramadani merupakan atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali emas nomor lead dalam sejarah World Climbing Series.
Baca Juga: Terhambat Usia, Regenerasi Atlet Bumi Panjalu Jadi Tantangan Utama
Pemuda asli Kota Kediri sukses membuat Lagu Indonesia Raya berkumandang dalam ajang World Climbing Series Prague 2026 pada 8 Juni lalu.
Dalam ajang tersebut, dia tampil menghadapi tujuh pemanjat elite dunia. Meliputi Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Stone Yoshida.
Ketiganya merupakan atlet dari Jepang. Selanjutnya, juga ada Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar dari Slovenia, Filip Schenk dari Italia, dan Jakob Schubert dari Austria.
Usai ajang World Climbing Series ini, Srondeng menyebut masih ada beberapa agenda kejuaraan lain yang menanti.
Salah satunya adalah Asian Games pada akhir September nanti. Dalam ajang ini, dia menargetkan diri untuk mendapat medali emas. “Target Emas,” inginnya. (em)
Editor : Andhika Attar Anindita