JP Radar Kediri - Tim putri handball Kota Kediri telah mendapatkan tiket untuk turun dalam ajang pekan olahraga provinsi (porprov) tahun depan.
Tentu ini menjadi tantangan sendiri. Sebab, cabang olahraga (cabor) permainan ini harus memulai dari awal lantaran sempat mati suri.
Terbaru, Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kota Kediri baru saja mengadakan sosialisasi terhadap para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Tujuan utamanya tentu mengenalkan cabor terlebih dahulu. Yang mana, rencana selanjutnya, ABTI Kota Kediri akan menggelar kompetisi antar sekolah pada akhir Agustus atau awal September.
“Harapannya paling tidak ini untuk mencari bibit-bibit atlet yang kedepan kami siapkan untuk kejuaraan, ujar Ketua ABTI Kota Kediri Agus Suharyanto.
Rencananya, kompetisi bola tangan ini akan diberi nama Piala Wali Kota Cup. Sasaran utamanya yaitu siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Agus mengatakan ajang ini akan menjadi kompetisi bola tangan pertama pasca mati suri.
“Insyaallah kedepan kami akan membuat kejurprov juga,” lanjutnya saat ditemui di SMA Negeri 3 Kota Kediri.
Dalam agenda sosialisasi tersebut, guru PJOK tampak seksama memerhatikan penjelasan mengenai cabor handball. Tak sedikit yang masih bingung. Baik mengenai gerakan-gerakan yang diberlakukan maupun aturan permainannya.
Karenanya, sosialisasi itu dilengkapi dengan simulasi bermain dari para atlet yang ada. Moch. Alaq Antoni yang merupakan pelatih utama itu tampak menjelaskan detail permainan beregu itu.
Mulai dari pelanggaran hingga gerakan saat melakukan shooting ke gawang. Sementara, selama simulasi, para guru PJOK juga langsung menanyakan bagian permainan yang belum dipahami.
“Kami siap untuk kirim pelatih untuk Bapak/Ibu, nanti bisa kontak kami kapan waktu latihannya,” kata Alaq-sapaan akrabnya.
Untuk diketahui, kompetisi bola tangan tersebut akan menjadi salah satu proses penjaringan atlet. Yang mana, skuad yang ada saat ini memang belum final.
Tim pelatih menyebut akan menerapkan sistem promosi dan degradasi. Dengan kata lain, pemain yang tidak menunjukkan progres akan terdegradasi. Sementara, pemain yang terus menunjukkan performa terbaiknya akan berkesempatan masuk tim utama handball Kota Kediri. (*)
Editor : Mahfud