KEDIRI, JP Radar Kediri- Atlet tenis di Kota Kediri rontok. Beberapa atlet memilih untuk berpindah domisili. Kini, hanya tersisa satu atlet yang diproyeksikan bisa bermedali pada pekan olahraga provinsi (porprov) tahun depan. Adalah Fauzia Yahya. Saat ini, dia menjadi satu-satunya atlet tenis lapangan Kota Kediri yang turut dalam program pemusatan latihan kota (puslatkot).
Tak ayal, Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Kediri harus bekerja lebih keras untuk porprov tahun depan. Aji Kusmanto, sang pelatih, mengaku harus berkeliling ke klub-klub tenis yang ada di Kota Kediri. Kini, dia memboyong sebanyak tujuh atlet potensial untuk dibina. Semuanya menjalani program latihan yang sama dengan atlet puslatkot.
"Untuk persiapan nanti, porprov, mungkin nanti tahap kedua," kata Manto-sapaan akrab sang pelatih.
Maksudnya, tujuh atlet tersebut akan disodorkan ke Komite Olahraga Nasioal Indonesia (KONI) Kota Kediri untuk mengikuti program puslatkot tahap kedua. Sebab, KONI masih akan menambah jatah atlet puslatkot di 2027 nanti. Yang mana, atlet yang bisa mengikuti program puslatkot tersebut wajib melampirkan data-data prestasinya.
"Nanti di Surabaya ada Wali Kota Cup, juga ada turnamen Wijaya Suyono," kata Manto sembari menyebut Wali Kota Cup akan berlangsung pada Juni mendatang.
Dia berencana akan memberangkatkan kedelapan atlet untuk event tersebut. Yang mana, hasilnya nanti akan dilaporkan ke KONI Kota Kediri. Sementara, terkait kejuaraan provinsi (kejurprov), pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut.
"Biasanya ada Persami (pertandingan Sabtu-Minggu), habis Persami ada master, itu dari pihak Pelti Jawa Timur yang mengadakan. Biasanya mengadakan, tahun ini kok tidak. Nggak tahu ada apa," jelasnya saat ditemui di tempat latihan.
Lebih lanjut, Manto menerangkan semua atlet menjalani latihan secara rutin sebanyak enam kali dalam seminggu. Pada Rabu dan Sabtu, dia menambah program latihannya dengan meningkatkan fisik pemain. Yang mana, kekuatan fisik menjadi salah satu aspek penting yang wajib dimiliki oleh atlet tenis lapangan.
"Jadi kalau tenis itu footwork-nya (melatih kelincahan, keseimbangan, dan kecepatan langkah) yang penting," kata Manto.
Dalam porprov tahun depan, Manto mengaku belum menargetkan medali emas. Melainkan perak atau perunggu. Pasalnya, para juara biasanya sudah terlihat dari ajang-ajang sebelumnya.
"Saya tidak bisa menjanjikan emas. Kalau putri beregu itu kami kalah dengan Surabaya, di Surabaya juga sudah dipersiapkan. Selain dari Surabaya juga lawan terberat ada dari Kota Malang. Sejak dulu, Kediri Kota, Malang, Surabaya. Biasanya ada satu lagi dari Sidoarjo," tandasnya. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita