Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Anggaran KONI Kota Kediri Terkuras untuk Pemusatan Latihan, Begini Rinciannya

Emilia Susanti • Kamis, 16 April 2026 | 17:00 WIB
Atlet atletik Kota Kediri. (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)
Atlet atletik Kota Kediri. (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)

KEDIRI, JP Radar Kediri– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri punya target besar di ajang pekan olahraga provinsi (porprov). Sayangnya anggaran menjadi kendala utama untuk memperbaiki sarana dan prasarana untuk latihan. Juga banyak terkuras untuk pemusatan latihan kota (puslatkot).

“Puslatkot ini memakan biaya banyak. Misalnya saja serapannya atlet per cabor Rp 100 juta, di 50 cabor aja sudah lima (Rp 5 miliar, Red). Belum dana cabor,” beber Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko.

Dia menambahkan bahwa tahun ini, besaran anggaran yang diterima KONI Kota Kediri sebesar Rp 6 miliar. Nah, Rp 1 miliar itu dialokasikan untuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Kediri. Sisanya Rp 5 miliar, Koko-sapaan akrabnya, harus membaginya untuk cabor-cabor yang ada.

Ketersediaan sekaligus kelayakan sarana dan prasarana para atlet masih harus mendapat banyak perhatian. Pasca porprov terakhir, kondisi fasilitas latihan tak mengalami banyak perubahan.

Baca Juga: Padel Bakal Resmi Jadi Cabor di Kota Kediri, Targetkan Turunkan Atlet di Porprov Tahun Depan

Misalnya saja dari cabor senam nomor sport aerobic. Ternyata, selama ini, para atlet harus berlatih tanpa penerangan. Terbaru, plafon yang ada di GOR Jayabaya juga rusak imbas angin kencang beberapa waktu yang lalu.

Meski begitu, jika merujuk program puslatkot tahap I pada Maret lalu, ada sekitar 160 atlet yang terdaftar. Yang mana, setiap atlet akan menerima uang transport sebesar Rp 1 juta per bulan.

Lalu jumlah pelatihnya ada 50 orang dengan uang transport Rp 1,3 juta. Praktis, anggaran yang dibutuhkan dalam satu bulan sekitar Rp 225 juta. Setidaknya, bila dihitung Maret – Desember, maka anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 2,25 miliar.

Oleh karenanya, KONI Kota Kediri tidak bisa berbuat banyak untuk sarana dan prasarana latihan atlet. Mengingat pihaknya juga harus mengeluarkan dana cabor. Hanya saja, Koko menegaskan tetap memberi perhatian khusus pada kebutuhan latihan yang bersifet urgent.

“Kami juga sudah evaluasi sarpras ke cabor-cabor, saya beri kertas, apa yang urgent ya, jadi apa yang tidak memenuhi standar. Mungkin peralatan apa yang harus dipenuhi agar prestasi,” keluhnya.

Terlepas dari itu, program puslatkot memang menjadi program andalan di KONI Kota Kediri. Bukti nyatanya terlihat dari perolehan medali di porprov tahun lalu. Yakni sebanyak 69 medali emas. Raihan inilah yang menempatkan Kota Kediri berada di posisi keempat dalam Porprov Jatim IX 2025. (em/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#porprov #atlet kota kediri #koni kota kediri #Puslatkot #pemusatan latihan