KEDIRI, JP Radar Kediri- Akses menuju Bandara Dhoho disulap menjadi lintasan balap pada Minggu (2/11).
Lebih dari 800 pembalap beradu cepat di jalan Road Division 6 tersebut. Mereka berebut catatan waktu tercepat dalam ajang Matapanah Rookie Dragbike.
Tercatat, ada 20 kategori lebih yang bisa diikuti peserta. Ratusan pembalap tersebut tak hanya datang dari Kediri Raya saja.
Banyak juga yang datang dari luar kota dan provinsi. Tingginya antusiasme tersebut diakui di luar prediksi panitia.
“Ada dari Jawa Tengah, Madura, bahkan ada yang dari Bali” ujar ketua Pelaksana Matapanah Rookie Dragbike Herlambang Saputra.
Ajang ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun. Dipilihnya Road Division 6 bukan tanpa alasan.
Salah satu alasan utamanya yaitu akses jalan Bandara Dhoho tersebut memenuhi spek untuk lintasan dragbike.
Pria yang akrab disapa Lambang ini menerangkan bahwa dragbike membutuhkan jalan dengan panjang 450 meter.
Start hingga garis finish 200 meter. Lalu 250 meter sisanya untuk pengereman. “Jalan ini sangat memungkinkan untuk itu,” jelasnya.
Lambang menyebut Kediri menjadi salah satu daerah dengan pecinta dragbike terbesar di Indonesia.
“Di Kediri semua komplit. Tim, pembalap, mekanik, melimpah di Kediri” tambah pria berusia 39 tahun itu.
Balapan yang dimulai sejak pukul 07.00 itu juga berhasil menggerakkan roda perekonomian setempat.
Khususnya di lingkungan Desa Grogol. Panitia berharap dengan rutin diadakannya ajang ini dapat menemukan bibit-bibit pembalap yang bagus.
Dia juga berharap ajang ini mampu mengurangi kegiatan balap liar yang biasanya digelar di jalan-jalan umum.
“Kami wadahi dengan balap resmi ini. Kami fasilitasi, ada BPJS juga. Safety juga diutamakan dan yang benar-benar kencang akan dapat hadiah” tegas Lambang.
Alif Naufal, 20, salah satu pembalap mengaku mempersiapkan kuda besinya cukup lama untuk mengikuti ajang tersebut. “Persiapan kendaraannya kurang lebih satu bulan” ujar Alif.
Dia juga mengapresiasi terselenggaranya acara balap resmi tersebut. Pasalnya dapat memberikan banyak dampak positif.
Khususnya bagi anak muda yang suka balapan. “Supaya nggak ikut balap liar,” ucap pembalap muda asal Singosari, Malang ini.
Editor : Andhika Attar Anindita