“Saya sempat tidak PD (percaya diri, Red),” kenang Erva ketika menceritakan ulang perjalanannya ikut Porprov Jatim 2025. Itu karena tiga bulan sebelum kompetisi dimulai, atlet angkat besi dari Kota Kediri itu mengalami cedera lutut.
Yang dirasakannya saat itu, lututnya tersasa linu. “Kalau kena angin bisa tiba-tiba sakit banget,” ceritanya gadis asal Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota ini sambil meringis.
Rasa tak PD itu harus dipendam dalam-dalam demi mempertahankan gelar juara di ajang angkat besi. Erva tidak mau menyerah begitu saja. Dia telaten meminta saran seniornya agar cederanya bisa segera sembuh. Salah satu usaha dari bungsu empat bersaudara itu rutin pergi ke tukang pijat.
“Kuncinya harus telaten,” tekan wanita yang memiliki rambut panjang ini.
Baca Juga: Gagal Kalahkan Dewa United Banten FC, Persik Kediri Nyungsep ke Zona Degradasi
Selain ke tukang pijat, dia terus latihan. Gilanya lagi, latihan rutin itu berlangsung hampir setiap hari. Semua perjuangan tersebut harus dilalui karena dia memiliki target besar di angkat besi.
Ya, Erva ingin mewujudkan mimpinya ikut kontestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2028 nanti. Karena itu, dia berusaha untuk tetap konsisten latihan di dunia angkat besi ini.
Di tengah kesibukannya sebagai atlet, ternyata Erva tidak melupakan pendidikan akademiknya. Saat ini, dia juga berstatus mahasiswa semester 3 di Universitas Nusantara PGRI (PGRI) Kediri. Menariknya, ada tanggung jawab besar yang dijalaninya di kampusnya tersebut.
Baca Juga: Kalahkan Manchester City di Etihad Stadium, Tottenham Hotspurs Puncaki Klasemen Liga Inggris
Pasalnya, dia tercatat sebagai penerima beasiswa KIP. Sehingga, dia wajib menjaga nilainya tetap stabil. “IPK-nya harus di atas tiga,” ujar lulusan SMA Negeri 8 Kota Kediri ini.
Kendati demikian, tak ada kendala pun untuk membagi waktu antara kuliah dan tanggung jawabnya sebagai atlet. “Pagi sampai siang kuliah. Setelah itu pulang, istirahat, dan sore latihan,” lanjutnya.
Tak kalah menarik, Erva juga masih menyibukkan diri dengan membuka jasa cuci sepatu. Kegiatan itu dilakukan untuk mengisi waktu luangnya. “Biasanya saya kerjakan pas malam setelah latihan. Kalau banyak biasanya dibantuin saudara kalau cuman satu atau dua saya kerjakan sendiri,” ceritanya.
Bagi Erva, dirinya harus bisa menjadi seseorang yang mandiri. Pasalnya, orang tuanya sudah tiada. Lalu, dia pun tidak ingin menggantungkan kehidupannya kepada saudara-saudaranya. Sehingga, dia berusaha keras untuk menghasilkan uang sendiri.
Baca Juga: KONI Kota Kediri Buru Pebasket dengan Tinggi Badan Ideal, Dinilai Jadi Faktor Krusial
Karena situasi ini juga, dia ingin terus berprestasi di olahraga yang digelutinya saat ini. Yaitu angkat besi. Alasannya, Erva bisa mendapatkan bonus dari medali yang diperolehnya. Praktis, Rp 90 juta akan mengalir ke rekening Erva atas prestasinya meraih tiga medali emas di Porprov Jatim 2025.
“Sebelumnya (porprov 2023, Red) saya gunakan untuk membeli motor dan handphone. Yang bonus tahun ini akan saya tabung untuk keperluan kedepan,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian